Pentingnya Pengamanan Olah TKP

Avatar of PortalMadura.Com
Pentingnya Pengamanan Olah TKP

Oleh: Dyah Eka Kurniawati, S.Tr.Kes*

Bercerita tentang dunia forensik, pasti erat kaitannya dengan kejahatan. Semakin modern suatu zaman, motif dan modus operandi kejahatan juga semakin berkembang. Tindak pidana pasti saling berkaitan dengan kegiatan olah yang identik dengan garis polisi yang terpasang di TKP yang menandakan bahwa di lokasi itu telah terjadi adanya tindak pidana.

Garis polisi berwarna kuning dan bertuliskan hitam bertuliskan “Do Not cross the line” yang dipasang di tempat kejadian perkara setelah terjadi laporan tindak kejahatan bertujuan agar tidak ada kerusakan/perpindahan barang di sekitar yang dapat dijadikan alat bukti.

TKP harus segera diamankan agar penyidik mendapatkan titik terang seperti identitas pelakunya, waktu kejadian, motif apa yang dilakukan serta ala tapa yang digunakan.

Ketika terjadi tindak kejahatan , masyarakat awam seringkali mendekat ke lokasi kejadian bahkan berkerumun hanya untuk menyaksikan korban dan sekitarnya bahkan dari mereka ada yang berinisiatif untuk menolong dan mencari penyebab kematian. Bahkan bisa dipastikan juga seorang pelaku akan sering bolak-balik untuk memastikan lokasi aman. Kerumuna warga yang menonton inilah yang memicu rusaknya TKP.

Tindakan yang mereka lakukan semata bertujuan untuk mencari tahu identitas korban atau bahkan memeriksa kondisi korban apakah masih bernyawa atau tidak. Tapi, pada kenyataannya, sidik jari dari warga yang berusaha untuk mengidentifikasi, malah menyulitkan penyidik karena adanya bekas sidik jari warga yang tertinggal di tubuh korban. Ini bisa mennyebabkan adanya kontaminasi karena sidik jari tersebut akan bercampur dengan sidik jari pelaku.

Pada umumnya, penyidik memiliki kewenangan untuk segera mengidentifikasi orang-orang yang dicurigai ikut serta maupun terlibat dalam tindak kejahatan yaitu dengan cara mengambil sidik jari. Karena pada dasarnya, para penyidik memiliki prinsip seperti yang dinyatakan oleh Dr Edmond Locard, seorang pelopor dalam ilmu forensik yang berbunyi every contact leaves a trace yang berarti Setiap kontak meninggalkan jejak.

Tidak ada kejahatan yang sempurna atau tanpa jejak. Begitulah prinsip Locard yang dikenal hingga saat ini. Beberapa contoh bukti fisik yang kerap kali tertinggal dari tersangka kejahatan selain berupa sidik jari, yaitu telapak jari, kulit telapak tangan, telapak kaki yang bisa dilihat maupun yang tidak terlihat (kalau pakai alas kaki) bahkan rambut.

Adanya sidik jari atau bukti fisik dari warga yang tertinggal pada tubuh korban atau tempat sekitar, tentunya akan menyulitkan penyidik dan menyebabkan adanya gangguan.

Gangguan yang seringkali muncul saat olah TKP selain kerumunan warga yang bisa menyebabkan rusaknya TKP, jejak yang ditinggalkan juga dapat menjadi kontaminan Ketika proses pengujian di laboratorium khusunya PCR DNA yang terbukti sangat sensitive terhadap amplicon DNA lain. Sidik jari warga yang berniat ingin membantu malah berpotensi menjadi salah satu tertuduh.

Berikut ada beberapa hal yang pantang dilakukan warga di lokasi TKP antara lain berada terlalu dekat dengan TKP, memegang barang-barang di TKP karena rawan sekali meninggalkan sidik jari yang nantinya menyulitkan identifikasi, memindahkan barang di TKP karena letak dan posisi barang di TKP juga dapat dipakai untuk menjadi petunjuk yang mengungkapkan kronologi kejadian, dan berkerumun terlalu dekat di TKP sebagai contoh jika banyak jejak kaki yang teringgal, anjing pelacak yang diperbantukan akan kebingungan mencari jejak.

Point terpenting yang harus dilakukan adalah segera melaporkan kepada pihak berwajib jika telah terjadi Tindakan pidana di sekitar agar tim olah TKP segera memasang garis polisi untuk mengamankan barang bukti.(**)

*Penulis : seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medis yang saat ini mengenyam study di Fakultas Pasca Sarjana jurusan Ilmu Forensik Universitas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.