oleh

Baca Doa Ini Setiap Hari untuk Tenangkan Hati Anda

PortalMadura.Com – Doa merupakan salah satu cara yang biasanya dilakukan umat muslim untuk menenangkan hati dan pikirannya kepada Allah SWT. Ada banyak hal yang menjadi penyebab seseorang merasa tidak tenang. Misalnya karena masalah pribadi, keluarga, asmara atau bahkan dari pekerjaan.

Terkait dengan masalah hati tersebut biasanya seseorang akan mencari doa-doa yang bisa membuatnya merasa nyaman dan tenang untuk diamalkan setiap hari. Karena obat dari hati yang sedang mengalami banyak masalah adalah jiwa yang bersih dan baik. Lantas, apa saja doanya?.

Berikut ini lima doa ketenangan hati, jiwa dan pikiran dalam Islam yang sangat ampuh untuk mengobati hati yang sedang dilanda duka dan nestapa:

Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran yang Pertama
Allohumma Inni As Aluka Nafsaan Bika Muthma-Innah, Tu’minu Biliqoo-Ika Watardhoo Bi Qodhooika Wataqna’u Bi’athooika. Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridha dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu“.

Doa Ketenangan Hati, Jiwa dan Pikiran yang Kedua
Selanjutnya adalah doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya untuk dibaca demi mendapatkan ketenangan hati yang didambakan oleh semua orang. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan kalau Rasulullah bersabda yang bunyinya sebagai berikut: “apabila seorang hamba ditimpa kegelisahan atau kesedihan, lalu ia berdoa:

Allaahumma Innii ‘Abduka, Wabnu ‘Abdika, Wabnu Amatika, Naashiyatii Biyadika, Maadhin Fiyya Hukmuka, ‘Adlun Fiyya Qodhoo-Uka, As-Aluka Bikullismin Huwalaka, Sammayta Bihi Nafsaka, Aw Anzaltahu Fii Kitaabika, Aw ‘Allamtahu Ahadan Min Kholqika, Awis Ta’ Tsar Ta Bihi Fii ‘Ilmil Ghoibi ‘Indaka, An Taj’alal Qur-Aana Robbii’a Qolbii, Wa Nuuro Shodrii, Wa Jalaa-A Huznii, Wa Dzahaaba Hammii.

Niscaya Allah akan menghilangkan kecemasan dan kesedihannya, kemudian Dia akan menggantikan semua itu dengan kegembiraan”. Setelah itu, para sahabat yang ada saat itu bertanya, “Ya Rasulullah, bolehkah kami menghafal atau mempelajar kalimat-kalimat tersebut?”. Rasulullah pun mengiyakan jawabannya, “Ya, hendaknya siapa saja yang mendengarnya mempelajarinya” (Riwayat Ahmad1/391, Ibnu Hibban, Abu Ya’la, al-Hakim, dll), sanad shahih menurut pendapat Al-Albani.

Agar lebih memahami, berikut adalah inti dari doa yang tertulis di atas:


Tirto.ID
Loading...

Komentar