Begini Cara Jitu Rawat Jok Motor Supaya Lebih Awet

Begini Cara Jitu Rawat Jok Motor Supaya Lebih Awet
ilustrasi (Okezone.com/Chemical Guys)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Umumnya, jok sepeda motor menggunakan busa yang dilapisi kulit sintetis untuk memberikan kenyamanan kepada pengendara. Tempat duduk pengendara ini tentu memiliki usia pakai, terutama jika sering terkena hujan dan terjemur.

Lapisan jok pada sepeda motor memang tidak bisa bertahan lama atau lebih awet seperti kulit sapi atau domba. Sebab, pelapis kulit sintetis perlu mendapatkan perawatan khusus agar usia pakai yang dihasilkan maksimal.

Untuk itu, ada beberapa cara mudah merawat pelapis atau kulit jok sintetis pada sepeda motor, seperti dilansir Liputan6.com dari Federal Oil. Caranya, pemilik kendaraan cukup menggunakan lotion khusus kulit jok motor yang banyak dijual. Pastikan mengoleskan lotion secara rutin, yakni setiap satu atau dua bulan.

Lotion khusus jok motor akan mencegah pelapis kulit sintetis kering. Karena kerusakan pada jok bisa terjadi ketika pelapis yang digunakan kering dan mengalami pecah-pecah.

Selain itu, pemakaian lotion dilakukan agar kulit tetap lembap dan lentur sehingga tidak mudah retak atau pecah. Anda juga harus tahu bahwa kulit sintetis butuh kelembapan supaya polyurethan di dalam tidak kering.

Baca Juga:  Perhatikan 4 Hal Ini Saat Pasang Sendiri Alarm Mobil

Polyurethan merupakan jenis karet yang biasa dipakai untuk membuat kulit sintetis. Sebenarnya tidak hanya lotion khusus, pemilik juga bisa mengunakan penutup jok motor saat parkir di tempat terbuka.

Adapun salah satu masalah yang timbul pada mobil yang terlalu lama tidak dipakai adalah munculnya jamur pada jok bahkan plafon. Jika pelapis berwarna gelap, mungkin jamur tidak terlalu terlihat. Berbeda halnya jika pelapisnya berwarna terang, seperti krem atau cokelat muda.

Menurut Marketing & Promotion Total Synthetic Leather, Ade Hikmatullah, secara umum jamur timbul selain karena faktor suhu dan perubahan pola cuaca yang ekstrem, juga karena material bahan pelapis yang kurang adaptif terhadap cuaca atau suhu udara.

Apalagi, noda yang dibiarkan dan jarang dibersihkan juga dapat memicu timbulnya bakteri, parasit hingga jamur. Selain itu, pelapis jok yang tidak bagus rentan timbul gelembung, kendur dan menyimpan udara sehingga reaktif memunculkan bercak noda, seperti jamur.

Baca Juga:  Perhatikan 4 Hal Ini Saat Pasang Sendiri Alarm Mobil

Baca Juga: 4 Komponen Motor yang Perlu Dirawat Saat Kehujanan Agar Tak Berkarat

“Unsur alam saling berkaitan. Jika ini berkaitan dengan kulit jok bisa jadi material di dalamnya mengalami penurunan, seperti pelapukan atau berkumpulnya parasit di setiap permukaan kulit jok yang memancing timbulnya jamur, dan mengundang bau yang tidak sedap,” ujar Ade Hikmatullah.

Jika dibiarkan jamur akan meninggalkan noda. “Awalnya timbul jamur, lalu mengendap jadi kotor. Terus jadi noda. Kalau nodanya lama dibiarkan, kemudian tetap membandel dan sulit dibersihkan, sebaiknya kulit diganti, agar keindahan dan kebersihan motor tetap terjaga,” jelasnya.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.