Boba Mangrove Bisa Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Tajungan, Ini Cara Buatnya

Avatar of PortalMadura.com
Boba Mangrove Bisa Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Tajungan, Ini Cara Buatnya
Ilustrasi (ist)

Tajungan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Desa ini memilki potensi yang sangat besar dalam perairan dan perikanan, karena kekayaan lautnya yang sangat melimpah.

Keadaan geografi Desa Tajungan yang dekat dengan laut serta dikelilingi hutan mangrove yang lebat dan asri menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata hutan mangrove.

Sebagai salah satu potensi sumberdaya perairan yang ada di Desa Tajungan, mangrove memiliki berbagai manfaat baik ekonomi maupun ekologis.

Mangrove mampu meredam gelombang air laut, mencegah abrasi, serta sebagai tempat berkembangnya biota laut. Selain itu, juga sumberdaya mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan yang dapat diolah menjadi berbagai resep makanan.

Selama ini, buah mangrove belum banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar Desa Tajungan. Kebanyakan hanya dibiarkan begitu saja, terjatuh di bawah pohon.

Oleh karena itu sangat penting dilakukan treatment atau teknologi pengolahan. Di antara teknologi pengolahan yang dapat dilakukan dengan dimanfaatkan menjadi minuman boba yang menyegarkan.

Kandungan serat yang tinggi dari buah mangrove dapat bermanfaat memperlancar proses pencernaan, sehingga buang air besar akan lebih lancar dan teratur. Selain itu, juga buah mangrove tinggi akan kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

Boba merupakan tren minuman kekinian yang dewasa ini sedang digandrungi oleh anak-anak bahkan remaja. Boba memiliki cita rasa yang manis dan segar dengan warna yang menarik. Jadi tidak salah jika minuman boba dipilih untuk diminum dikala panas dan dahaga.

Pembuatan Boba Buah Pohon Mangrove

Pembuatan boba dari buah mangrove dimulai dengan pengambilan mangrove segar, kemudian dibersihkan dan direbus selama 4 jam. Setelah itu dikupas dan dipotong-potong kecil.

Potongan dari buah mangrove kemudian direndam dan ditambahkan arang batok kelapa dan direndam air. Perendaman dilakukan sampai air rendaman berwarna putih bersih dan tak terasa.

Kemudian dihaluskan dan dikeringkan. Tepung buah mangrove selanjutkan diolah menjadi boba dengan campuran nutrijel, sedikit tepung tapioka dan garam.

Masukkan sedikit demi sedikit air panas hingga adonan menjadi kalas. Kemudian dibentuk bulat-bulat, lalu rebus hinga mendidih. Boba yang sudah jadi selanjutnya bisa dicampur dengan berbagai sirup, susu dan juga es batu untuk dinikamti kesegarannya.

Dengan adanya diversivikasi olahan dari buah mangrove dapat membantu meningkatkan masyarakat sekitar wisata hutan mangrove Desa Tajungan, Kamal, Madura dan juga sebagai sumber pangan fungsional yang tidak hanya mengenyangkan, namun juga bermanfaat bagi tubuh.(*)

Pengirim : Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Trunojoyo Madura (Ita Ainur Rohmah, Dinda Ayu Febrianti, Fareza).

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.