oleh

Cantik Luar Dalam

DESI EKA INDRAYANI. Siapa duga, perempuan secantik Eka biasa disapa, bertempat tinggal di Dusun Tenggina, Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini, rajin belajar dan taat beribadah.

Ia yang menyandang perempuan muslimah, tak pernah lepas dengan pakaian muslimnya. Kerudung dan baju-baju yang dikenakan benar-benar mengikuti etika dan ajaran Islam yang dianutnya.

Keseimbangan batin dan kemampuan dalam menguasai ilmu kedokteran sudah tidak diragukan lagi. Terbukti, ia pernah menyabet juara satu (1), tartil Al Qur,an dan Bahasa Inggris. Dan ilmu yang ditekuni saat ini, yakni Kedokteran di Kampus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Bagaimana pandangan Eka soal perempuan Madura?

Di mata Eka yang suka coklat ini, bahwa perempuan Madura kebanyakan masih kurag percaya diri. Bukan dari segi anak-anaknya, tapi juga dari segi orang tua yang kurang mendukung anaknya untuk melanjutkan studi di luar Madura.

“Kurang adanya kepercayaan dari pihak keluarga. Maksud orang tua itu bagus sebenarnya, takut anak-anaknya terjerumus pada hal-hal yang negatifi,” kata Eka.

Namun, disisi lain, perempuan Madura itu sangat menghargai waktu, jika sudah harus pulang saat bepergian, maka harus sudah tiba di rumahnya sesuai dengan waktu yang diberikan ijin dari keluarganya.

“Perempuan Madura juga kuat ibadahnya. Dan manis -manis kayak ibu saya, tapi bukan saya,” ucap Eka sambil tersenyum manja.

Eka kelahiran Sumenep, 29 Desember 1994 ini mengharapkan, sebagai perempuan Madura harus tetap menjaga citra positif yang selama ini dikenal dengan sopan santun atau “andap asor” serta mampu menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua dan orang lain.

“Jika kita menjaga kepercayaan orang tua, keluarga dan orang lain, maka selamanya akan dipercaya. Ini juga bagian penting untuk menemukan jalan terbaik demi masa depan,” tandas Eka mengakhiri perbincangan dengan PortalMadura.(rul/htn)


Komentar