oleh

Cerita Pilu dan Duka Korban Gempa di Sapudi, Cucu dan Kakek Meninggal

Bayar pajak itu wajib

PortalMadura.Com, SumenepGempa magnitudo 6,0 Situbondo pada pukul 01.44.57 WIB, Kamis (11/10/2018) menyisakan kisah pilu dan duka mendalam bagi warga Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Guratan sedih masih terlihat jelas. Salah satunya di wajah Sumrani (31), warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam kepulauan Sapudi, Sumenep.

Sumrani kehilangan putri pertamanya, Nuril Kamelia yang baru berusia 7 tahun. Ia baru masuk sekolah dasar di desanya di tahun ajaran baru 2018.

Nuril Kamelia sejak kecil lebih dekat dengan kakeknya, H. Nadar (60). Saat terjadi gempa, ia pun sedang tidur pulas satu kamar dengan kakeknya.

Nuril Kamelia dan H. Nadar tertimpa reruntuhan tembok kamar rumahnya. Kedua korban tak terselamatkan.

Cerita Pilu Korban Gempa di Sapudi, Cucu dan Kakek Meninggal
Kondisi kamar korban meninggal dunia akibat gempa sebelum dibersihkan oleh petugas. (Foto. Hartono)

Cucu dan kakek tersebut masuk dalam data korban gempa meninggal dunia bersama warga lainnya Suhamar (70), beda dusun.

Sang ibu, Sumrani tak menduga putrinya, Nuril Kamelia dan H. Nadar akan mengalami musibah yang sulit untuk dihilangkan dari ingatannya. Tak ada firasat apapun sebelum terjadinya gempa.

Cerita pilu dan duka Sumrani masih berlangsung hingga hari ini. Nenek dari Nuril Kamelia yang selamat dari maut masih menjalani perawatan medis secara intensif.

“Neneknya Nuril Kamelia juga patah tulang. Sekarang masih dirawat,” terang Sumrani pada PortalMadura.Com.

Keluarga Sumrani ini mengalami dampak gempa Situbondo tergolong paling parah. Data di BPBD Sumenep menunjukkan, hanya satu orang yang mengalami patah tulang. Rupanya dari keluarga Sumrani tersebut.

Belum kondisi tempat tinggalnya yang terlihat retak-retak dari luar akibat tembok kamar bagian dalam runtuh. Kini Sumrani takut untuk mendiami rumah itu. Ia khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk total.

Pasca gempa atau hari pertama aksi pembersihan reruntuhan tembok rumah, Kamis (11/10/2018) siang yang dilakukan anggota Polres Sumenep adalah rumah Sumrani, yang dipimpin langsung Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

Loading...
Cerita Pilu Korban Gempa di Sapudi, Cucu dan Kakek Meninggal
Pembersihan reruntuhan tembok kamar rumah korban meninggal dunia akibat gempa oleh aparat kepolisian, Kamis (11/10/2018) siang. (Foto. Hartono)

Hal serupa juga dilakukan oleh tim BPBD Sumenep yang dipimpin langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi.

Dihari yang sama, Gubernur Jatim, Soekarwo bergerak cepat turun langsung menemui para korban gempa bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI, Arif Rahman.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita juga datang. Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mendampingi kunjungannya di Sapudi.

Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto juga melakukan hal serupa. Bahkan, bermalam di Pulau Sapudi.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol M Iqbal, Sabtu (13/10/2018) juga melakukan kunjungan serupa dan menjamin keamanan para korban gempa di Pulau Sapudi.

Sejumlah pejabat lainnya juga hadir. Penanganan korban gempa di Sapudi sangat cepat. TNI-Polri dan berbagai elemen lainnya bersatu padu membantu korban gempa, tak terkecuali ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana bersama Bhayangkari.

Baca : Update Korban Gempa, 498 Bangunan Rusak di Sapudi Dampak Gempa Situbondo

Para relawan lain, seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama hadir ditengah musibah gempa yang melanda warga Kecamatan Gayam dan Nonggunong, pulau Sapudi sejak beberapa saat kejadian .(Hartono)





Berita PortalMadura
Loading...

Komentar