oleh

Dampak Pandemi Covid-19 pada Organisasi Jasa

Oleh : Muslimah*

Dunia sedang dihebohkan dengan munculnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), yang membawa dampak signifikan ke perubahan dunia. Mulai dari aspek ekonomi, sosial, hingga kehidupan sehari-hari, hampir tak ada yang bisa berkelit dari kemunculan virus Covid-19 ini, tidak terkecuali terhadap pelayanan publik sejak virus corona pertama kali muncul akhir Desember 2019.

Hampir semua lini kehidupan termasuk sektor ekonomi mengalami pelemahan yang sangat terasa. Pada fase masa transisi menuju kebiasaan baru, sektor ekonomi harus segera bangkit, seiring penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan.

Kondisi perekonomian global telah berubah secara signifikan dengan merebaknya Covid-19 di awal 2020. Perubahan ini diperlihatkan dengan menurunnya kondisi perekonomian di berbagai sektor setelah WHO menyatakan secara resmi Covid-19 sebagai pandemi.

Kerugian diakibatkan oleh penyebaran Covid-19 telah dirasakan oleh berbagai sektor di tanah air, dimulai dari sektor manufaktur hingga pariwisata mengalami penurunan pendapatan cukup tajam.

Pemerintah telah mengeluarkan beberapa strategi dan kebijakan preventif sebagai upaya meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19. Presiden mengeluarkan kebijakan social distancing sebagai antisipasi penyebaran virus yang diikuti oleh pejabat daerah yang mengeluarkan juga kebijakan WFH (Work from Home) dan belajar dari rumah.

Strategi kebijakan ini dilakukan untuk setiap karyawan agar tetap dapat berkarya secara optimal dalam menjalankan kebijakan tersebut dengan memperhitungkan berbagai skenario Covid-19 termasuk organisasi jasa.

Organisasi adalah organisasi (organization) dan pengorganisasian (organizing) memiliki hubungan yang erat dengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat bagi para manajer untuk menjalankan aktivitasnya guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Pengorganisasian adalah fungsi organik dari manajemen dan ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan. Dengan demikian, antara organisasi dan pengorganisasian memiliki arti yang berbeda.

Kinerja adalah prestasi atau hasil seorang pegawai dalam menyelesaikan suatu tugas yang dibebankan kepadanya dalam kurun waktu tertentu di suatu perusahaan atau bidang yang digeluti, sehingga diperlukan kinerja pegawai yang berkualitas agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada perusahaan, karena sangat berpengaruh bagi kemajuan perusahaan, manfaat dan fungsi organisasi yang akan diatur oleh organisasi sebagai mekanisme dan kontrol yang akan membentuk sikap dan perilaku karyawan.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan tingkat kinerja pegawai, karena sumber daya manusia dalam organisasi ataupun sebaliknya, selalu membawa manfaat guna mencapai produktivitas dan kinerja yang lebih tinggi.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seorang pegawai adalah lingkungan kerja, sarana dan prasarana produksi, kesehatan, dan tingkat keselamatan kerja, serta organisasi perusahaan (Simanjuntak, 1998: 41).

Saling pengertian akan membawa mereka ke satu arah sehingga akan memiliki tingkat kinerja yang maksimal untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Adanya pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap dampak organisasi, seperti berkurang jauhnya pemasukan yang mengharuskan organisasi melakukan pengurangan pegawainya, dari situlah semakin banyaknya pengangguran atau bahkan dilakukan secara masif yang membuat organisasi harus memikirkan strategi apa yang tepat untuk dilakukan dalam menangani pandemi Covid-19 sehingga tidak berdampak lebih parah pada kinerja karyawan yang membuat suatu organisasi gulung tikar mendadak.

Di tengah risiko kesehatan masyarakat yang signifikan yang ditimbulkan oleh Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional untuk mengkoordinasikan tanggapan internasional terhadap penyakit tersebut.

Kelompok yang paling rentan terhadap virus ini adalah kelompok dengan pertahanan kekebalan yang rendah, seperti orang tua yang sistem kekebalannya menurun seiring bertambahnya usia dan diperparah oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya serta anak-anak yang sistem kekebalannya belum sepenuhnya berkembang.

Virus ini tidak hanya menyebabkan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia tetapi juga menyebabkan penurunan ekonomi. Jika pandemi ini terus meningkat maka pandemi ini akan merusak pertumbuhan ekonomi dan ketertiban dalam organisasi yang berakibat pada penurunan kinerja pegawai tepatnya di Indonesia.

Oleh karena itu, peran, upaya dan kebijakan pemerintahlah yang diharapkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia diminta untuk mengikuti semua arahan pemerintah dengan harapan memulihkan keadaan seperti semula.(**)

*Penulis : Muslimah
Mahasiswa semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Nim 201810170311008

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com”.

.
.

Komentar