oleh

Es Pisang Ijo Asli Makasar yang Bikin Seger

PortalMadura.Com – Salah satu sajian khas dari Makassar yaitu pisang hijau atau es pisang ijo. Dinamakan pisang hijau karena terbuat dari bahan utama pisang yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau. Adonan tersebut dibuat dari tepung, air, dan pewarna hijau alami dari campuran daun pandan dan daun suji.

Tak hanya itu, es ini juga disajikan menggunakan tambahan sirup berwarna merah dan juga vla santan, sirup, serta susu kental manis. Bagaimana cara membuatnya? Berikut ini resep es pisang ijo yang segar dan gurih untuk Anda praktikkan di rumah, seperti yang dilansir dari laman merdeka.com.

Bahan-bahan:
300 ml santan kental
250 ml air perasan daun pandan
150 gram tepung beras
150 gram tepung terigu serbaguna
60 gram gula pasir
8 buah pisang raja
3 tetes pasta pandan

Vla Santan:
500 ml santan kental
100 gram gula pasir
50 gram tepung beras
2 ikat daun pandan
1/2 sendok teh garam

Pelengkap:
Sirup coco pandan secukupnya
Es batu secukupnya
Kental manis secukupnya

Cara Membuat Es Pisang Ijo:
Kukus pisang raja selama 10 menit, kemudian kupas dan potong-potong. Sisihkan terlebih dahulu. Haluskan 2 ikat pandan dengan 250 ml air dengan cara diblender. Setelah itu peras dan saring sarinya. Tuangkan santan kental, tepung beras, dan tepung terigu ke dalam air perasan daun pandan. Aduk rata sampai tidak menggumpal.

Tambahkan gula dan pasta pandan, aduk rata. Kukus adonan sekitar 20 menit sampai matang. Ambil beberapa sendok adonan, uleni, lalu pipihkan di atas kertas minyak. Isi dengan pisang, tutup adonan, dan rapikan bentuknya. Lakukan sampai adonan habis. Kukus kembali dengan dialasi daun pisang sekitar 15 menit. Setelah itu angkat dan dinginkan.

Langkah selanjutnya adalah membuat vla. Campur dan aduk semua bahan. Masak dan didihkan dengan api kecil sampai mengental. Siapkan piring atau mangkuk. Ambil beberapa sendok vla, tambahkan potongan pisang di atasnya, beri es batu, sirup, dan kental manis secukupnya. Sajikan es pisang ijo segera setelah dibuat, sebelum esnya mencair.

Rewiter : Nurul Hijriyah
Sumber : merdeka.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar