oleh

Etika Pergaulan Rasulullah yang Harus Umat Islam Tiru

PortalMadura.Com – Semua umat Islam tentu sudah tahu bahwa Nabi Muhammad merupakan sosok rasul yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Hal itu, karena beliau adalah sosok yang sangat penyabar, lapang hati, penyayang, pemurah, dan pemaaf.

Selain itu, Rasulullah juga dikenal sebagai pribadi yang jujur, iffah (memelihara diri dari sifat keji), amanah, zuhud, serta tawadu. Pada pribadi beliau terkumpul seluruh karakter baik lagi terpuji. Rasulullah adalah sebaik-baik Nabi dalam membina umatnya. Beliau sebaik-baik ayah bagi anak-anaknya. Sebaik-baik suami bagi para istrinya. Sebaik-baik kakek bagi cucu-cucunya. Dan sebaik-baik sahabat bagi para sahabatnya.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Dihadapan para sahabat pun, Rasulullah menampakkan sifat-sifat mulianya tersebut. Bahkan, pada orang-orang yang membencinya. Pasalnya, rasa benci dan dengki tidak mampu menutupi keagungan sifat-sifat beliau. Mereka menyaksikan sendiri dan mengakuinya.

Sebagaimana firman Allah SWT, yang semua umat Islam mengamini, yaitu berbunyi: “Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak yang mulia” (QS al-Qalam: 4).

Melansir dari laman republika.co.id, Minggu (30/6/2019), jika dalam dunia pergaulan, Rasulullah mewariskan kesan mendalam kepada para sahabatnya. Dikisahkan, beliau selalu mendahului mengucapkan salam kepada orang yang dijumpainya lalu menyodorkan tangannya lebih dahulu untuk bersalaman. Beliau tidak akan melepas tangannya sebelum orang itu melepas tangannya sendiri.

Bila Rasulullah dipanggil, beliau akan menengok dengan seluruh anggota tubuhnya. Apabila bercakap-cakap dengan seseorang, beliau tidak memalingkan wajahnya sampai orang itu pergi. Wajahnya selalu diarahkan kepada orang yang semajelis dengan beliau. Sehingga, orang-orang yang bersama beliau merasakan bahwa mereka sangat dihargai dan dihormati.

Tidak hanya itu saja, Rasulullah tidak memotong pembicaraan seseorang hingga ia selesai berbicara. Kecuali jika orang itu keterlaluan, maka beliau memutuskan pembicaraannya dengan melarangnya berbicara, atau dengan berdiri berpaling meninggalkannya.

Baca Juga: Orang Tua Muslim, 4 Cara Ini Dapat Mengatasi Pergaulan Bebas Remaja

Rasulullah yang mulia ini menghormati tamu yang masuk ke rumahnya. Kadang-kadang tamu beliau dipersilakan duduk di atas bajunya serta diberi bantal. Jika tamunya menolak, beliau terus menawarkan hal itu hingga ia berkenan duduk di atasnya.

Ketika Jabir bin Abdillah al-Bajali hadir di majelis Rasulullah, ia tidak mendapati tempat maka ia duduk di dekat pintu. Lalu Rasulullah melipat bajunya dan memberikan kepadanya seraya berkata, “Silakan duduk di atasnya!” Diambillah baju itu oleh Jabir dan diletakkan di wajahnya lalu diciumnya seraya menangis serta dikembalikannya kepada Nabi yang mulia. “Semoga Anda dimuliakan oleh Allah sebagaimana engkau memuliakanku,” kata Jabir.

Tatkala seseorang datang ke rumah Rasulullah karena suatu keperluan, sedangkan beliau sedang menunaikan salat, maka beliau meringankan salatnya untuk segera menemui tamunya. “Apakah engkau memiliki keperluan?”, tanya beliau. Apabila keperluannya telah terpenuhi, Rasulullah lalu kembali menunaikan salatnya.

Dalam menasihati para sahabatnya, kekasih Allah ini selalu menggunakan bahasa yang santun, lemah lembut, dan penuh kasih sayang. Beliau tidak bercakap-cakap dengan sesuatu yang menyinggung perasaan dan menyakiti hati para sahabatnya.

Jika tidak bertemu dengan salah seorang dari para sahabatnya selama sekian hari, Rasulullah selalu menanyakannya. Bila sahabatnya itu pergi, beliau mendoakannya. Jika sakit, beliau menjenguknya. Bila sudah wafat dan beliau belum mensalatinya, beliau datang ke kuburannya.

Pada dasarnya, bergaul itu ada seninya. Seninya adalah menjaga etika. Etika pergaulan yang ditanamkan Rasulullah akan turun kepada umat Islam, bila akhlak beliau ada pada diri mereka. Tanpa meneladani Rasulullah, kemuliaan belum pantas disematkan pada diri seorang Muslim. Wallahu A’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar