Guys, Ini Gejala yang di Alami Tubuh Ketika Kamu Kurang Tidur

Guys, Ini Gejala yang di Alami Tubuh Ketika Kamu Kurang Tidur
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Tidur merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan untuk manusia sebagai pemulihan tubuhnya agar kita kembali menjadi semangat dan fresh saat melakukan aktifitas di esok hari.

Akan tetapi banyak orang yang tidak memiliki porsi tidur yang cukup setiap harinya. Pekerja kantoran atau anak remaja atau dewasa yang suka nongkrong misalnya.

Kegiatan begadang atau mengurangi porsi tidur ini sebenarnya sangat tidak baik untuk dilakukan berulang-ulang. Karena porsi tidur yang ideal yang dibutuhkan manusia setiap harinya adalah 7-8 jam per harinya. Namun, bagi mereka yang pekerja kantoran, pekerja lembur, yang memiliki waktu kerja yang lebih lama, tidur yang cukup adalah kata yang mustahil untuk dilakukan kecuali di hari libur.

Terdapat beberapa hal atau efek samping yang dapat dirasakan oleh tubuhmu saat kamu kekurangan porsi tidur. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh hal yang bisa menjadi penanda bahwa tubuhmu kekurangan tidur.

Mudah pilek dan demam

Penelitian dari Carnegie Mellon University menyatakan bahwa seseorang yang tidur kurang dari enam jam sehari memiliki risiko menderita demam hingga empat kali lipat dibanding mereka yang tidur lebih dari tujuh jam. Ketika kekurangan tidur, sistem imun tubuh menjadi terpengaruh dalam berbagai cara.

Sel darah putih yang bernama lymphocytes juga tidak diproduksi secara efektif sehingga virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Hal ini lah yang membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

Kehilangan selera humor

Walter Reed dari Army Institute in Research Amerika Serikat pada tahun 2006 menyatakan bahwa ketika sedang lelah, seseorang menjadi kehilangan selera humor. Menemukan hal yang lucu memang butuh proses yang sangat kompleks pada otak karena membutuhkan perhatian, memori, dan pembagian cara berpikir.

Hal-hal tersebut juga perlu diproses oleh otak agar dapat menyambung kepada perasaan. Ketika kekurangan tidur, bagian-bagian otak menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga seseorang kesulitan untuk menentukan kelucuan dari sebuah hal.

Suara menjadi aneh

Professor Kevin Morgan dari Loughborough University menyatakan bahwa ketika sedang mengantuk suara seseorang menjadi datar dan monoton seperti robot. Hal ini terjadi karena otot-otot di tenggorokan menjadi tidak dapat terkontrol ketika seseorang sedang lelah.

Ketika sedang berbicara, terdapat koordinasi yang kompleks antara mulut dan lidah yang tidak berjalan dengan efektif ketika seseorang sedang dalam kondisi lelah dan mengantuk. Hal ini menyebabkan suara yang muncul menjadi berubah dan sedikit lebih aneh.

Lebih mudah mengalami sakit dan nyeri

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Norwegian Institute of Public Health, diketahui bahwa seseorang yang memiliki insomnia cenderung lebih mudah merasakan sakit dan nyeri pada bagian tubuhnya.

Seseorang yang memang mengalami masalah pada tubuhnya juga cenderung untuk terasa lebih sakit ketika dalam kondisi lelah dan mengantuk. Kekurangan tidur juga menyebabkan menurunnya mood seseorang sehingga rasa sakit menjadi lebih terasa.

Makan lebih banyak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado Boulder membuktikan bahwa orang yang kekurangan tidur cenderung mengalami kenaikan berat badan. Pada kondisi kurang tidur, bagian otak yang mengontrol keinginan menjadi melemah sedangkan hormon ghrelin yang mengatur nafsu makan menjadi meningkat 20 persen.

Dalam kondisi kurang tidur ini seseorang akan cenderung memiliki keinginan makan yang semakin besar karena dorongan otak tadi. Hal ini juga menjadi penyebab banyak orang kerap kelaparan ketika tengah malam.

Pelupa

Guy Leschziner dari London Bridge Hospital Sleep Centre menyatakan bahwa kekurangan tidur dapat berpengaruh terhadap fungsi memori di otak. Ketika sedang tidur, memori seseorang ditata ulang dan dikumpulkan sehingga dapat disimpan di ingatan dalam waktu lama.

Selain itu tidur juga membersihkan otak dari zat-zat kimia yang dikumpulkan selama sehari dan pada jangka panjang dapat berpengaruh terhadap hilangnya memori seseorang. Cara terbaik untuk menjaga ingatan adalah dengan tidur yang cukup.

Mudah menangis

Ketika tubuh kekurangan tidur, tubuh bakal merespons lebih banyak hal dengan keluarnya air mata. Bahkan air mata ini dapat muncul pada hal-hal yang tidak menyedihkan atau menyenangkan sekali pun seperti ketika melihat atau mengobrolkan kegiatan sehari-hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebut bahwa otak 60 persen lebih reaktif dengan perasaan negatif ketika sedang mengantuk. Hal ini yang menyebabkan air mata jadi lebih mudah meleleh ketika kurang tidur.

Jika saat larut malam tiba-tiba kamu merasa tanda-tanda itu muncul pada dirimu, maka segera akhiri harimu dan tutuplah mata.

Itulah 7 hal yang dapat tubuhmu rasakan saat kamu kekurangan porsi tidur idealmu. Semoga bermanfaat. (merdeka.com/Anek)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.