PortalMadura.com

HCML, Keselamatan Kerja dan Proses Produksi Dinilai Sejajar

  • Rabu, 18 April 2018 | 15:39
HCML, Keselamatan Kerja dan Proses Produksi Dinilai Sejajar
Kuliah Umum Pengelolaan Industri Hulu Migas dan Tanggung Jawab Sosial di Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Rabu (18/4/2018)

PortalMadura.Com, Sumenep – Senior Head of Health Safety and Environment (HSE) Husky-Cnooc Madura Limited (HCML), Agus Santoso mengatakan, industri hulu migas merupakan salah satu industri dengan risiko tinggi, sebab melibatkan pekerja dan peralatan yang kompleks.

“Industri hulu migas ini adalah industri yang strategis dan vital. Apalagi lokasi pengeboran yang ada di tengah laut,” kata Agus Santoso, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Pengelolaan Industri Hulu Migas dan Tanggung Jawab Sosial di Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Rabu (18/4/2018).

Dalam kuliah umum tersebut dihadiri sejumlah narasumber, yakni dari SKK migas dan tiga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mempunyai wilayah operasi di Sumenep. KKKS tersebut adalah Husky-Cnooc Madura Limited (HCML), Kangean Energy Indonesia, dan Santos.

“Dalam industri migas, saat ini proses pengelolaan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3LL) posisinya sejajar dengan produksi. Karena kalau terjadi kecelakaan kerja, maka proses produksi akan dihentikan,” ujarnya.

Ia menerangkan, K3LL mendapat perhatian serius HCML, mulai tahap pra operasi hingga tahap produksi. Untuk tahap pra operasi, beberapa prosedur yang harus dipenuhi, di antaranya izin lingkungan berupa UKL/UPL, dan Amdal.

“Dalam tahap produksi ini penerapan Amdal, kemudian ada latihan rutin penanganan keadaan emergency. Targetnya tentu saja tidak ada korban meninggal karena kecelakaan kerja, tidak ada tumpahan minyak, dan tidak ada insiden besar,” tuturnya.

Selama ini, lanjutnya, HCML mampu menjaga pengelolaan K3LL sesuai Undang-undang dan regulasi HSE. Contohnya proyeksi terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan, kontraktor, dan masyarakat secara keseluruhan.

“Selain itu juga pencegahan polusi dan penghematan energi. Target pencapaian HSE itu tidak ada ‘recontable incident rate‘, atau nol kecelakaan kerja,” tegasnya. (Arifin/Putri)

Loading...
Advertisement
banner300x250

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional