Ikut NU Jangan Ragu-Ragu!

  • Bagikan

MAS MUZAIYANA ZAIN BASYAIBAN. Sebuah nama yang indah, tentu secantik lahir bathin orangnya. Yana biasa disapa, merupakan perempuan yang istiqomah memperjuangkan kodrat kewanitaan dilingkungan yang beraliran nahdliyin.

Perempuan kelahiran Surabaya, 12 Juli 1987 ini sudah menetap di Pondok Pesantren Aswaja Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur sejak tahun 2007 setelah diboyong oleh suaminya KH. Noval Ali Hisyam selaku pengasuh pondok tersebut.

Ia mengaku bersyukur dengan perempuan Madura yang tetap teguh mempertahankan garis para kiai. Al Ulama’ Waratsatul Anbiya’ (ulama adalah pewaris nabi). “Alhamdulillah, berkat perjuangan para kiai NU menjadi besar. Muslimat juga menjadi besar. Untuk itu, saya berpesan agar kaum perempuan NU meneruskan perjuangan itu dan tetap takdzim kepada para kiai,” ujar Yana pada PortalMadura, Sabtu (15/3/2014).

Perempuan yang mempunyai gelar ‘Maulana Sayyid’ ini menegaskan, bahwa ikut para kiai adalah harga mati yang tidak perlu di perdebatkan lagi. Ikut NU itu harus pas. Jangan ragu-ragu. “Buktinya, saya sekeluarga menjadi khadimah atau pelayan NU sejak dulu sampai sekarang dan alhamdulillah hidup tambah sehat. Gak pernah melarat,” tegasnya.

Menurut dia, jika orang bertujuan hidup untuk akhirat. Dunia pasti akan didapat pula. Namun, sebaliknya, jika hanya bertujuan duniawi, maka akhirat belum tentu didapat. “Seperti halnya, kalau kita tanam padi, pasti rumputnya akan tumbuh juga. Tetapi, kalau kita tanam rumput, belum tentu padinya ikut tumbuh. Iya to?,” pungkas alumni Tahfidz Pondok Ampel ini.(htn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.