oleh

Ini 9 Adab Berdagang dalam Islam

PortalMadura.Com – Berdagang merupakan salah satu usaha yang dilakukan seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Agar dagangan yang dijual belikan laris dan mendapatkan keberkahan, tentu saja tidak asal-asalan dalam berdagang. Hal itu harus dilakukan dengan cara yang halal.

Banyak cara yang bisa dilakukan pedagang untuk berdagang dengan cara halal sesuai hukum Islam. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman idntimes.com, berikut beberapa etika berdagang menurut Islam.

Dari Segi Barang yang Diperjualbelikan, Harus Halal dan Berkualitas Baik

Etika berdagang yang pertama berkaitan dengan barang yang dijual. Tentu saja barang yang dijual harus barang yang halal dan memiliki kualitas baik. Menjual barang-barang haram selain tidak akan berkah hasil jualannya tentu saja akan berdosa. Untuk itu jual lah barang-barang yang halal agar rezeki yang diperoleh menjadi berkah.

Selain halal barang yang dijual juga harus memiliki kualitas yang bagus dan masih layak digunakan agar tidak merugikan orang lain. Menjual barang-barang dengan kualitas yang bagus akan membuat pembeli merasa puas. Dengan puasnya para pembeli akan berdampak bagus terhadap barang dagangan yang dijual belikan. Sehingga para pembeli menjadi langganan di toko tempat Anda berjualan. Selain halal, berdagang juga harus menghindari riba.

Tidak Menjual Barang yang Cacat atau Rusak

Menjual barang yang cacat atau rusak akan berdampak pada menurunnya tingkat pembelian. Selain itu, menjual barang yang cacat atau rusak juga tidak dianjurkan dalam agama islam, karena merugikan para pembelinya. Apabila menjual barang yang mengalami sedikit kerusakan, sebaiknya dijelaskan kerusakan seperti apa dan seberapa parah kerusakannya agar pembeli tidak kecewa.

Berdagang Harus Jujur atau Transparan

Sikap jujur dan transparan dalam berdagang penting untuk dilakukan. Seperti misalnya jujur dan transparan dengan hasil timbangan agar para pembeli merasa puas dan yakin dengan berat barang yang mereka beli atau dijual.
Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Asy Syu’ara ayat 181-183 yang artinya: “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;’ dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;”

Jujur memang terlihat sepele dan gampang untuk dilakukan, tetapi justru pada saat itu lah iman seseorang akan diuji melalui sifat jujur saat berdagang. Untuk itulah sifat jujur perlu diterapkan dalam berdagang agar menjadi keberkahan.

Tidak Memberikan Janji ataupun Sumpah Palsu dalam Berdagang

Sebagai orang muslim sebaiknya jangan mudah untuk mengatakan atau mengobral sumpah dan janji. Karena akan mendatangkan kerugian pada diri kita sendiri berupa dosa apabila melanggar janji dan sumpah palsu yang diucapkan.

Mungkin sering Anda dengar pada saat Anda berada di pasar, ada pedagang yang dengan mudah mengatakan “sumpah ini barangnya berkualitas bagus atau ini barangnya paling murah”.

Murah Hati pada Pembeli

Salah satu trik dalam berdagang atau berbisnis yaitu memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pembelinya.. Dengan pelayanan yang terbaik pembeli akan merasa nyaman dan puas dalam berbelanja. Salah satu pelayanan yang mudah diberikan akan sifat atau sikap dalam melayani para pembelinya.

Melayani pembeli dengan sifat yang murah hati akan membuat mereka merasa dihargai. Seperti misalnya dengan tersenyum atau seolah-olah memperlakukan pembeli seperti raja mereka akan merasa lebih senang. Untuk itu bersikap baiklah kepada para pembeli agar barang dagangan menjadi laris dan berkah.

SebagaimanaAllah SWT berfirman dalam Al-Qur’an potongan surat Al A’raf ayat 56 : “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Tidak Saling Menjatuhkan Harga karena Persaingan

Banyaknya jumlah pedagang mendorong untuk bersaing dengan antar pedang. Bersaing memang diperbolehkan, tetapi dengan cara-cara yang sehat dan tentu baik secara agama. Misalnya dengan memperbaiki pelayanan kepada pembeli dan kualitas barang barang yang dijual belikan.

Cara bersaing dengan menjatuhkan harga dengan pedagang lainnya tentu saja tidak dibenarkan, karena dapat mematikan usaha pedagang lainnya. Bersainglah dengan cara sehat dalam berdagang.

Adil dalam Berdagang

Etika dalam berdagang selanjutnya yaitu adil. Seperti misalnya adil dalam melayani pembeli, tidak membedakan antara pembeli satu dan lainnya. Sifat adil dengan pembeli juga merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada pembeli agar pembeli merasa senang dan dihargai.

Mencatat Utang Piutang dalam Berdagang

Manusia memiliki sifat pelupa, untuk itu sebaiknya pedagang ataupun pembeli sebaiknya mencatat hutang piutang dalam jual beli. Mencatat utang piutang juga bisa menjadi solusi saat terjadi kesalah pahaman diantara dua pihak untuk menghindari tuduhan yang tidak benar.

Mengeluarkan Hak Orang Lain atau Berzakat

Setiap harta atau rezeki yang Anda miliki terdapat haknya orang lain yang harus diberikan atau disebut dengan zakat perdagangan. Zakat yang dikeluarkan akan membawa keberkahan dan bisa menambah rezeki yang didapat. Zakat yang dikeluarkan tidak akan mengurangi harta yang Anda miliki, tetapi zakat akan menjadi amal baik yang bernilai pahala untuk bekal di akhirat kelak.

Nah, itu sembilan di antaranya etika dalam berdagang menurut islam yang perlu dipahami, agar rezeki dari hasil berdagang berkah dan dagangan menjadi laris. Jujur dan memberikan pelayanan terbaik untuk para pembeli menjadi kunci penting dalam berdagang selain dari kualitas barang yang diperjualbelikan.

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : idntimes.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.