Inilah 6 Perkara Menuju Surga yang Wajib Umat Islam Ketahui

  • Bagikan
Perkara Menuju Surga
ilustrasi

PortalMadura.Com – Setiap manusia yang hidup di dunia pasti tidak ada yang ingin menderita, tersiksa, apalagi saat di akhirat sampai diazab di dalam neraka. Na’udzubillahi min dzalik. Kendati demikian, banyak dari mereka yang sepanjang hidupnya justru aktif, senang, bahkan suka rela menuju jalan neraka.

Hal itu terjadi, karena tidak lepas dari kebanyakan manusia yang kurang memerhatikan bagaimana menghindar dari tipuan dunia yang menggoda hawa nafsu agar bisa selamat hidup di dunia dan akhirat. Sehingga, Anda bisa terselamatkan dari panasnya api neraka.

Sayangnya, ada sebagian manusia yang sejak mengenal dunia pekerjaan, mereka habiskan seluruh hidupnya untuk bekerja sampai lupa ibadah, lupa sedekah, dan salah arah dalam meniti hidup. Semestinya mereka wajin menaati Allah, justru menentang-Nya baik sadar maupun tanpa sadar.

Bahkan, ada pula manusia yang seumur hidupnya terkuras tenaga dan waktunya untuk membayar utang. Karena terobsesi hidup kaya sehingga membuatnya berpikir sempit bahwa hidup di zaman sekarang tidak mungkin lepas dari utang. Utang pun mereka jadikan gaya hidup. Bahkan, ada yang hidup dengan menipu dan korupsi.

Semua itu terjadi karena manusia lupa, tidak tahu, ataupun tidak peduli dengan kehidupan yang sesungguhnya. Sehingga perilaku hidup mereka sangat individualistis, bagaimana sekadar survive tanpa pernah mau tahu bagaimana menjadi pribadi bermanfaat yang terus menghadirkan maslahat.

Tentu saja umat Islam tidak ingin seperti itu dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Lantas, bagaimana caranya dan apa saja yang mesti dilakukan?. Sayidina Ali bin Abi Thalib memberikan petunjuk jalan menuju surga dengan enam perkara.

“Barang siapa mengumpulkan padanya enam perkara, niscaya ia tidak meninggalkan usaha mencari surga dan lari dari neraka. Pertama, ia mengenal Allah lalu menaati-Nya. Kedua, ia mengenal setan, lalu mendurhakainya. Ketiga, ia mengenal kebenaran, lalu mengikutinya. Keempat, ia mengenal yang batil, lalu menjaga diri daripadanya. Kelima, ia mengenal dunia lalu menolaknya. Keenam, ia mengenal akhirat, lalu mencarinya”.

Maka dari itu, ungkapan khalifah keempat kaum Muslimin itu menunjukkan bahwa dalam hidup ini jika seorang Muslim mengenal (makrifat) siapa Allah, siapa setan, apa kebenaran, apa kebatilan, apa dunia, dan apa akhirat, tentu umat Islam akan terarah dan selamatlah kehidupannya.

Akan tetapi, bila sama sekali tidak dipahaminya, boleh jadi lisan mengaku beriman, tetapi perbuatan justru menjalankan amalan-amalan setan. Bahkan, yang dianggapnya benar justru kebatilan dan yang dinilainya kebatilan malah kebenaran.

Pada akhirnya mereka tidak tahu kapan mesti berbicara lantang dan kapan seharusnya diam. Pada saatnya menyuarakan kebenaran mereka malah membisu. Pada saatnya mendengar kebenaran, mereka malah memekakkan telinganya, akhirnya mereka tidak mampu berpikir baik barang sedikit pun.

Terhadap manusia yang demikian, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun” (QS al-Anfal : 22).

Untuk itu, sudah saatnya umat Islam memerhatikan dengan cermat enam perkara di atas. Sebab perkara-perkara itu adalah gerbang utama menuju surga. Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.