oleh

Inilah Ciri-ciri Pencuri Terjelek dalam Salat

PortalMadura.Com – Tahukah Anda siapa pencuri terjelek dalam salat?. Bagaimana bisa disebut pencuri saat seseorang menjalani ibadah?. Maksud dari istilah ini adalah sebuah kesalahan yang fatal dalam melaksanakan ibadah salat.

Salah satu riwayat pada zaman Rasulullah, ada Muslimin yang dalam salatnya meninggalkan thuma’ninah. Pada saat itu pula Rasulullah menganggapkan orang yang tidak melakukannya sebagai pencuri terjelek. Apa thuma’ninah?. Ia diartikan juga dengan salat yang terburu-buru.

Dilansir PortalMadura.Com, Selasa (23/3/2021) dari laman Okezone.com, Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr menjelaskan, disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Pencuri terjelek adalah orang yang mencuri (sesuatu) dari salatnya.’ Para Sahabat Radhiyallahu anhum bertanya, ‘Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam! Bagaimana seseorang mencuri sesuatu dari salatnya?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya“.

Dalam hadis ini, Rasulullah menganggap orang yang mencuri sesuatu dari salatnya lebih buruk daripada orang yang mencuri harta. Sebab, perlu Anda tahu, thuma’ninah dalam salat itu termasuk salah satu rukun salat.

Dikutip dari laman Almanhaj disebutkan, salat tidak dianggap sah tanpa ada thuma’ninah. Rasulullah pernah mengingatkan kepada salah seorang sahabat yang melakukan salat dengan buruk:

Jika engkau berdiri hendak melakukan salat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat Alquran yang mudah bagimu. Setelah itu, ruku’lah sampai engkau benar-benar rukuk dengan thuma’ninah.

Kemudian, bangunlah sampai engkau tegak berdiri, setelah itu, sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan thuma’nînah. Kemudian, bangunlah sampai engkau benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Lakukanlah itu dalam salatmu seluruhnya!

Dari hadis ini, para ahli ilmu mengambil kesimpulan bahwa orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam rukuk dan sujudnya, maka salatnya tidak sah dan dia wajib mengulanginya, sebagaimana sabda Rasulullah kepada salah seorang sahabat yang melakukan salatnya dengan tidak benar di atas :

ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

Kembalilah dan salatlah! karena sesungguhnya engkau belum melakukan salat“.

Dalam banyak hadis, sering disebutkan perintah agar kaum Muslimin mengerjakan dan menyempurnakan salat serta peringatan keras dari perbuatan meninggalkan thuma’nînah atau menghilangkan salah satu rukun ataupun hal-hal yang diwajibkan dalam salat. Di antaranya adalah hadis yang disebutkan di atas, juga hadis-hadis berikut :

1. Hadits riwayat al-Bukhâri dan Muslim dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَتِمُّوا الرُّكُوْعَ وَالسُّجُوْدَ “Sempurnakanlah ruku’ dan sujud kalian”.

Jadi, bisa dikatakan kesempurnaan itu akan terealisasi jika keduanya dilakukan dengan thuma’ninah.

2. Diantara dalil juga adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Ali bin Syaiban, beliau Radhiyallahu anhu mengatakan, “Kami salat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu sepintas Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat dengan mata beliau, ada seorang lelaki yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujud. Setelah selesai salat, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ يُقِيْمَ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوْعِ وَالسُّجُوْدِ

Wahai kaum Muslimin, tidak ada salat bagi orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujud“.

Maksudnya, dia tidak meluruskan punggungnya setelah ruku dan sujud. Jadi, hadis ini menunjukkan bahwa berdiri dan duduk serta thuma’nînah pada keduanya termasuk rukun.

3. Abu Ya’la rahimahullah meriwayatkan dalam Musnadnya (no. 7184; dan diriwayatkan juga oleh Ath-Thabarani di dalam al-Kabîr, no. 3840; dihasankan oleh al-Albani dalam Shifat Shalat, hlm. 131) dengan sanad yang hasan :

أَن ّرَسُولَ اللَّهِ n رَأَى رَجُلا لا يُتِمَّ رُكُوعَهُ يَنْقُرُ فِي سُجُودِهِ وَهُوَ يُصَلِّي ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَوْ مَاتَ هَذَا عَلَى حَالِهِ هَذِهِ مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya, dan mematuk di dalam sujudnya, ketika dia sedang salat, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika orang ini mati dalam keadaannya seperti itu, dia benar-benar mati tidak di atas agama Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam “. Ini adalah ancaman keras, dikhawatirkan pelakunya mengalami sû-ul khâtimah, yaitu mati tidak di atas agama Islam, kita berlindung kepada Allâh dari keadaan demikian”.

Demikian penjelasan mengenai pencuri terjelek dalam salat. Jadi, sebagai umat yang beriman sebaiknya Anda melaksanakan salat dengan thuma’nînah, jangan terburu-buru agar menjadi tidak sia-sisa saat mengerjakannya. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Okezone.com

Komentar