oleh

Jangan Disepelekan, Begini Cara Cuci Kemaluan dalam Ilmu Fikih

PortalMadura.Com – Bersuci menjadi salah satu syarat untuk melaksanakan salat. Suci dalam artian sudah bersih dari hadas, najis dan segala macam kotoran yang bisa menyebabkan tidak sahnya ibadah.

Berbicara tentang bersuci, setiap umat Islam, baik itu laki-laki maupun perempuan, dianjurkan untuk membersihkan area kemaluan sebagai bentuk kesucian dalam dirinya. Hal ini menjadi sangat penting dan harus diperhatikan agar tidak ada najis yang melekat pada tubuh.

Dengan bersihnya anggota tubuh maka seseorang diperbolehkan melaksanakan ibadah. Sayangnya, sampai saat ini masih banyak orang yang menganggap sepele masalah membasuh atau mencuci kemaluan hingga bersih.

Sebagian orang menganggap bahwa asal sudah terkena air dan tidak berbau, artinya itu sudah bersih. Padahal membersihkan area kemaluan tidak sesederhana itu. Kalau Anda melakukannya dengan salah, bukan hanya bisa menimbulkan gangguan kesehatan tapi tanggung jawab Anda kelak di akhirat justru lebih berat.

Terkadang seseorang merasa ibadahnya sudah bagus, melaksanakan salat, berpuasa, dan ibadah lainnya. Namun hal tersebut tidak menjamin Anda lepas dari ancaman api neraka. Maksudnya, sebanyak apapun yang Anda lakukan dalam ibadah, tapi Anda masih menyepelekan hal kecil yang berpengaruh besar pada nilai ibadah itu maka akan menjadi ancaman di akhirat.

Baca Juga : Wanita Perlu Cukur Bulu Kemaluan Sebelum Haid, Benarkah?

Hal tersebut bisa saja terjadi karena tidak benar dalam membersihkan kemaluannya. Oleh karena itu, mencuci kemaluan tidak bisa menjadi hal yang dikesampingkan. Walaupun kelihatannya sepele, hal inilah yang ternyata juga bisa menolong Anda agar terlepas dari ancaman neraka.

Berikut ini kisah yang bisa menjadi pelajaran dan renungan bersama;

Suatu ketika Sayyidina Abu Bakar pernah hendak menyalatkan mayat seorang lelaki. Namun tiba-tiba tersentak dengan suatu benda yang bergerak dari dalam kafan si jenazah.

Kemudian, Sayyidina Abu Bakar menyuruh seseorang untuk membukanya. Maka para jemaah pun terkejut, tatkala melihat seekor ular sedang melilit kepala kemaluan si jenazah laki-laki tersebut.

Kemudian sahabat Rasulullah ini pun mencabut pedangnya lalu menghampiri ular tersebut untuk membunuhnya. Kemudian ular itu berkata, “Apa salahku? Karena aku diutus oleh Allah untuk menjalankan tugas yang sudah di perintahkan”.

Ternyata setelah diselidiki, lelaki tersebut semasa hidupnya kerap menyepelekan dalam hal membersihkan kemaluannya setelah membuang air kecil.

Dilansir PortalMadura.Com, Jumat (30/8/2019) dari laman Okezone.com, ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal membersihkan kemaluan.

Bagaimanakah caranya?. Bagi umat Islam, maka penting untuk memerhatikan hal-hal di bawah ini:

Cara Membersihkan Kemaluan

Laki-laki

Bagi kaum adam, selepas membuang air kecil, disunahkan berdehem tiga kali supaya air kencing betul-betul sudah habis keluar. Kemudian, urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali dengan menggunakan tangan kiri, supaya tidak ada lagi air kencing yang tertinggal dalam saluran. Selanjutnya, basuh dengan air hingga bersih.

Perempuan

Caranya hampir sama dengan yang dilakukan lelaki. Ketika Anda ingin membasuh kemaluannya, hendaklah berdehem dan pastikan dicuci bagian dalamnya dengan memasukkan sedikit jari tengah tangan kiri dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih.

Lakukan dengan pelan agar tangan yang dimasukkan tidak menggores area kemaluan. Jadi, kata bersih ini tidak hanya menyiram air semata. Karena dengan menyiram air saja tidak dapat membersihkan bagian dalam kemaluan wanita secara sempurna.

Intinya, setiap orang disunahkan untuk membersihkan area kemaluan dengan baik dan benar. Apabila salah atau bahkan abai dalam melakukannya, bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada Anda sendiri. Karena hal ini menyangkut tanggung jawab Anda kelak di akhirat. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar