oleh

Kerugian Jadi Orang Sombong di Dunia dan Akhirat

PortalMadura.Com – Sejatinya, segala hal yang terjadi atau bisa terlaksana di muka bumi ini adalah karena kehendak Allah SWT. Untuk itu, Allah melarang manusia untuk bersikap sombong. Bahkan, tidak boleh sedikit pun di dalam hati manusia terpendam rasa sombong terhadap semua harta benda yang dimilikinya.

Pasalnya, semua harta yang dimiliki manusia di dunia hanyalah milik Allah dan kepada-Nya lah akan kembali. Apalagi, orang yang bersikap sombong tidak akan masuk surga.

Sebagaimana sabda Rasulullah: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan”.

Menurut sejarah Islam, hal yang yang menyebabkan iblis terusir dari surga adalah memiliki rasa sombong yang luar biasa. Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” (Qs. Al-Baqoroh: 34).

Manusia yang memiliki sifat sombong, tidak hanya celaka di akhirat tapi mereka juga mengalami kerugian di dunia. Orang yang sombong akan sulit untuk mendapatkan ilmu, sebab ilmu itu karakternya seperti air yang hanya mau mengalir ke tempat yang rendah, hati yang merendah.

Baca Juga: 4 Keutamaan Rajin Bekerja dalam Islam

Dikutip Okezone.com dari website Pondok Pesantren Lirboyo, bahwa orang yang sombong selalu tinggi hati. Seperti dikatakan dalam kitab “Ta’limul Muta’allim“: ”Ilmu itu musuh bagi penyombong diri. Laksana air bah, musuh bagi penyombong diri”.

Selain itu, orang yang sombong juga akan sulit menerima kebenaran karena dia merasa paling benar, dan orang lain dipandang salah. Jika seseorang untuk mendapatkan ilmu dan kebenaran itu kesulitan, maka dia termasuk orang-orang yang merugi.

Oleh karena itu, marilah renungi diri Anda sendiri, dari mana Anda berasal dan ke mana Anda akan kembali. Masih pantaskah Anda untuk menyombongkan diri?.

Allah SWT berfirman: “Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya. Dari apakah Allah menciptakannya?. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menakdirkannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya. Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali” (QS. Abasa : 17-22). Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : okezone.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.