oleh

Latar Belakang Terbentuknya ISIS

Oleh : Aminatul Marwiyah*

ISIS terbentuk pada tahun 2013 dan merupakan pecahan dari Al-Qaeda di Irak, namun hal tersebut dibantah oleh Al-Qaeda yang membuat menjadi sebuah tanda tanya apakah kebenaran ISIS merupakan pecahan dari Al-Qaeda atau tidak.

Menjadi kelompok pemberontak untuk melawan pemerintah di Suriah dengan membentuk kekuatan militer dengan menggunakan senjata sebagai suatu bentuk ancaman bagi pemerintahan Suriah.

Selain untuk memerangi pemerintahan suriah kelompok jihad ini juga ingin membangun sebuah kekuatan militer di Irak yang nantinya akan membantu kelompok Jihad ini untuk melindungi kelompoknya.

Kata Isis berartikan Islamic State in Iraq and al-Sham, al-Sham berasal dari bahasa arab yang menunjukkan suatu wilayah di Suriah.

Menyebarnya kelompok Isis ke seluruh belahan dunia ini membuat kelompok ini memiliki banyak sekali pengikut dari berbagai belahan dunia.

Abu Bakr Al-Baghdadi menjadi aktor dalam pembentukan organisasi atau gerakan ISIS dimana ia bergabung pada gerakan pemberontak pada tahun 2003 saat Amerika Serikat menginvasi Irak.

Pada tahun 2010 Al-Baghdadi menjadi pemimpin dari Al-Qaeda yang menjadi cikal bakal dari kelompok ISIS tersebut, memiliki peran yang sangat penting dikarenakan taktik maupun analisa yang dilakukan Al-Baghdadi menjadi peran yang sangat berpengaruh dan mempengaruhi para masyarakat lainya untuk ikut serta dalam melakukan gerakan tersebut.

Pada tahun 2013 Al-Baghdadi mendeklarasikan perluasan ISIS menjadi Islamic State of Iraq and levant/Daulah Islamiyah Fi al-iraq wa Sham (ISIL).

Nama tersebut diambil dari 3 wilayah yaitu Suriah, Lebanon, dan Palestina (Nuruzzaman, 2017). Masyarakat kaya Kuwait dan Arab Saudi yang pro terhadap kelompok ini ikut serta membantu ISIS dengan memberi dukungan dana untuk melancarkan aksinya guna berperang melawan Presiden Bashar al-Assad.

ISIS memiliki tujuan dimana untuk mendirikan negara Islam dengan cara menaklukan atau menguasai negara-negara di sekitarnya untuk dijadikan tanah kekuasaan agar dapat mendirikan bendera kekhalifahan.

Tentunya dari gerakan tersebut memiliki tujuan lain untuk mendirikan negara Islam, karena ISIS memandang Islam dapat bersatu dibawah sistem khilafah, dimana pemimpinnya adalah orang yang beragama Islam atau yang biasa disebut dengan imam (Zainuddin, 2020).

Menyebarnya ISIS ke seluruh belahan dunia membuat ISIS menjadi salah satu kelompok yang dipandang buruk oleh dunia. Banyaknya aksi teror yang dilakukan untuk menakuti masyarakat, hal tersebut juga menunjukan bahwasanya aksi yang dilakukan dapat merubah psikologi dari masyarakat karena bisa jadi mereka terdoktrin untuk mengikuti gerakan tersebut, maupun memberikan ketakutan bagi orang lain.

Dengan membawa agama dari gerakan yang dilakukan tersebut menimbulkan adanya suatu permasalahan pada dunia internasional, dimana terjadinya islamophobia, pada saat kejadian 11 September 2001 dimana terjadinya penabrakan pesawat yang banyak sumber menjelaskan bahwasanya dilakukan oleh kelompok agama Islam (Tull, 2020).

Dengan adanya sebuah islamophobia masyarakat di belahan dunia termasuk di Amerika Serikat menganggap agama Islam merupakan sebuah ancaman, pelaku teror, dan harus dijauhi dengan adanya kejadian tersebut.

Dampak dari islamophobia tentunya bukan hanya terjadi di Amerika Serikat saja, hal ini juga memberikan dampak kepada umat beragama muslim di negara lainya, dimana mereka (umat muslim) selalu dianggap sebagai ancaman dan memberi dampak buruk bagi sekitar.

Meskipun kejadian tersebut jauh sebelum nama ISIS ada, namun semejak banyaknya aksi teror yang dilakukan oleh ISIS sekarang menunjukan bahwasanya mereka benar-benar serius yang secara tidak langsung mengubah tatanan dunia dengan adanya kelompok maupun aksi teror tersebut.(**)

*Penulis : Aminatul Marwiyah Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com”.

.
.

Komentar