oleh

Manis Dan Sopan

Uliya Agustin. Perempuan kelahiran Sumenep, 17 Agustus 20 tahun lalu ini biasa di sapa Uliya. Ia masih berstatus mahasiswa disebuah perguruan tinggi di ujung timur pulau garam Madura, Jawa Timur.

Kesehariannya terlihat sederhana, tapi anggun, manis dan sopan. Hobi membaca buku, olahraga dan jalan-jalan sepertinya sudah melekat dalam kehidupannya.

Tak ayal, setiap kali bertemu dengan PortalMadura, dalam tasnya selalu terselip sebuah buku, baik buku ilmiah maupun buku bacaan lain untuk menunjang materi kuliahnya di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik.

Uliya yang suka warna pink ini mengaku bangga menjadi perempuan Madura. Sebab, perempuan Madura merupakan perempuan masa depan yang mempunyai nilai plus.

“Perempuan Madura itu, pekerja keras, ulet, tidak mau ketinggalan zaman, tetapi tetap memperhatikan kodratnya sebagai wanita dan agama menjadi nomor satu dalam dirinya,” kata Uliya sambil tersenyum.

Menurut dia, sosok perempuan Madura idaman semua orang, sikap yang lembut adalah ciri khas dari perempuan Madura (andhep asor).

Perempuan Madura merupakan perempuan masadepan yang mempunyai sikap yang polos, taat pada agama, dan peduli dengan sesama. Dia pun sangat menghargai budaya dan adat istiadat Madura, termasuk pakaian manten yang biasa dikenakan masyarakat di Madura.

“Mungkinkah perempuan Madura tetesan darah Khatijah (istri Nabi Muhammad SAW)?,” ujar Uliya tersenyum lebar sambil meminta maaf jika berlebihan dengan ungkapannya.(htn)


Komentar