Menentang Berbagai RUU, Dua Mahasiswa Meninggal Dunia

Avatar of PortalMadura.com
Anak Usia 5 Tahun Tewas Dilindas MPU
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi (21), tewas saat mengikuti demonstrasi menentang berbagai rancangan undang-undang di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Kendari.

Dikutip dari media lokal, dokter Rumah Sakit Angkatan Darat Ismoyo, Yudhi Ashary memastikan dia tewas dengan luka tembak, namun tidak bisa menentukan jenis pelurunya.

Randi dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 15.30 Wita, kemudian dinyatakan meninggal pada 15.44 Wita, Kamis (26/9/2019).

Kepala Penerangan Korem 143/HO, Mayor Arm Sumarsono mengatakan, mahasiswa lain yang dirujuk ke RS Bahteramas bernama Muhammad Yusuf Kardawi (19), dinyatakan meninggal dunia karena luka parah di bagian kepala.

Sebelumnya, mahasiswa tersebut sempat ditangani di RS Ismoyo.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan informasi tersebut dan menyatakan kematian Randy tengah diselidiki.

Baca Juga:  Arsul Sani Sebut Reformulasi 14 Pasal RKUHP dari DP Wajib Dibahas di DPR

Randy diduga tewas akibat luka tembak pada dada sebelah kanan. “Kita akan dalami dan selidiki, apakah betul mahasiswa tersebut luka tembak,” kata Dedi.

Jenazah Randy saaat ini ada di RSUD setempat dan rencananya akan diautopsi untuk mengetahui penyebab kematian.

Dedi menegaskan personel Polri tidak dibekali senjata tajam saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa.

“Hanya water canon, gas air mata dan tameng sebagai pelindung diri untuk menghadapi para perusuh,” tutur dia.

Berdasarkan laporan media lokal inikatasultra.com, ada satu mahasiswa lain atas nama Muhammad Yusuf Kardawi juga meninggal setelah sempat kritis.

Namun Dedi belum bisa mengonfirmasi informasi terkait Yusuf.

“Enggak ada, cuma satu orang (korban tewas),” ujar dia.

Baca Juga:  Arsul Sani Sebut Reformulasi 14 Pasal RKUHP dari DP Wajib Dibahas di DPR

Aksi unjuk rasa di Kendari merupakan bagian dari bentuk protes mahasiswa di berbagai kota di Indonesia terhadap sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) bermasalah di DPR RI.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.