Mengenal Desa Pocong, dalam Kepemimpinan Wanita Cantik

  • Bagikan
Bangunan berupa batas antara Desa Pocong dan Desa Pamorah. (Foto: Agus Hidayat)
Bangunan berupa batas antara Desa Pocong dan Desa Pamorah (Foto: Agus Hidayat)

Suatu malam, salah seorang penduduk melihat sebuah penampakan berwujud pocong yang bertengger di pohon tersebut. Seketika langsung lari terbirit-birit sambil meneriakkan kata pocong berkali-kali. Kontan saja teriakan itu menggemparkan masyarakat yang tinggal di wilayah hutan belantara. Oleh karena kata pocong yang sering terucap ketimbang pucang, maka dinamailah Desa Pocong.

Sumur Bor, Mesin Pompa, dan Traktor

Salah satu sumur bor di area persawahan Dusun Karang Asem. (Foto: Agus Hidayat)
Salah satu sumur bor di area persawahan Dusun Karang Asem (Foto: Agus Hidayat)

Terdapat perbedaan soal pasokan air atau sistem irigasi. Pertama, area persawahan yang memiliki akses irigasi yang tergolong mudah. Terdapat di Dusun Karang Guddhul dan Dusun Karang Anyar. Penyebabnya, di dua dusun ini banyak dijumpai sumber air serta sungai kecil.

“Bukan rahasia lagi jika di Desa Pocong terdapat banyak sumber mata air yang mendatangkan banyak manfaat bagi warga sekitar. Tidak hanya dimanfaatkan untuk mengairi sawah, tapi juga kebutuhan sehari-hari. Sumber air adalah anugerah tidak ternilai yang dipunyai desa ini,” ungkap pria yang tidak segan turun ke sawah saat panen tiba.

Kedua, area persawahan yang jauh dari sumber air atau sungai, atau disebut sawah tadah hujan. Oleh karena mengandalkan turunnya hujan, pemilik sawah hanya bisa panen dua kali dalam setahun. Area sawah tadah hujan banyak terdapat di Dusun Karang Asem.

Untuk mengatasi …

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.