PortalMadura.com – Sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini, pastilah kita adalah makhluk yang memiliki banyak kekurangan,dosa serta kesalahan. Sejatinya memang manusia tidak ada yang sempurna. Namun terkadang memang harapan yang kita rencanakan dan kita dambakan selalu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Harapan kita sering kali tidak terpenuhi dan kita gagal untuk meraihnya.
Hal tersebut tak jarang membuat beberapa manusia diluar sana yang memiliki tekat yang kecil berujung duka dan putus asa bahkan berharap dirinya mati.
Banyak sekali yang mengharapkan kematian dengan sebab yang sebenarnya tidak berguna. Seperti cintanya yang kandas, karena perundungan, gagal meraih mimpi, dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang hal ini? Apakah diperbolehkan dengan gampangnya kita berputus asa dan mengharap kematian atau mengakhiri hidup kita? Mari kita bahas bersama.
Sebenarnya kematian adalah bagian yang terangkai dari kehidupan. Ketika Allah menganugerahkan kehiduapan kepada manusia, maka hendaklah sadar bahwa kehidupan ini bukan tanpa batas. Tidak perlu berharap untuk dipercepat kematiannya, sebab Allah sudah mengatur waktu terbaik menurut-Nya. Dunia tak sekejam ibu tiri dalam perfilman. Jika ada yang tidak beres dalam kehidupan, minta bantuan sajalah pada Allah. Dia yang memiliki segalanya di dunia, dari ujung ke ujung. Bukan langsung mengharapkan kematian karena banyaknya sakit hati dan keputusasaan. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)
Keterangan tersebut memaparkan bahwa untuk sekedar mengharapkan kematian pada diri sendiri itu tidak dianjurkan, bahkan dilarang oleh Rasulullah. Kembalikan setiap rasa yang tidak nyaman kepada sang penciptanya, terkadang Allah hanya ingin menguji hamba-Nya semata lewat musibah itu. Allah berharap manusia bisa banyak belajar dan semakin tangguh dengan melewati berbagai musibah itu, bukan putus asa dan berangan-angan untuk mati saja.
Dalam riwayat dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah berdoa meminta mati sebelum datang waktunya.” (HR. Muslim)
Teks yang berbeda, namun makna yang sama. Rasulullah melarang umatnya untuk mengharapkan kematian dan berdoa untuk dipercepat bertemu dengan kematian. kematian adalah kepastian. Jika telah ditetapkan waktunya, tak ada satu makhluk pun yang mampu menagguhkannya.
Rasanya tidak perlu berharap untuk sebuah kematian, sebab Allah sudah mengatur semua tentang kematian setiap makhluk-Nya. Mempersiapkan diri untuk menyambut kematian dengan memeperbanyak amal saleh jauh lebih baik daripada memperbanyak doa untuk dipercepat bertemu dengan kematian itu sendiri.
Jadi kesimpulan yang dapat kita tarik adalah, Meminta kematian untuk diri sendiri merupakan suatu hal yang tidak dianjurkan oleh Islam. Janganlah merasa kamu dibebani musibah yang berat oleh Allah. Allah SWT sudah mengatur semuanya, Allah memberikan musibah itu karena Allah tahu bahwa kamu mampu untuk melewatinya. Percayalah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Selama kita masih percaya dan berdoa kepada Allah Insya Allah, Allah akan lancarkan segalanya untuk kita.
Maka dari itu, jangan sekali-kali mengharap dipercepat kematiannya atau bahkan bunuh diri. Naudzubillah. Asah mental dan jiwamu menjadi kuat agar mentalmu tidak jadi mental kerupuk yang sedikit saja kena musibah akan patah dan langsung berharap mati, Astaghfirullah. Semoga kita di hindarkan dari sifat demikian dan semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Wallahu a’lam.
Baca Juga:





