oleh

Menghardik Anak Yatim Disebut Pendusta Agama, Benarkah?

PortalMadura.Com – Dalam ajaran agama Islam, salah satu pintu kebaikan yang sangat agung nilainya yaitu menyantuni fakir miskin dan yatim piatu. Dalam hal ini dengan mencukupi segala kebutuhannya, baik sandang atau pangannya.

Apabila amal ini dilakukan dengan tepat, maka akan menggerakkan hati ke jalan Allah SWT. Sedangkan jika mengabaikannya, maka akan berhadapan dengan ancaman-Nya.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Sebagaimana firman Allah SWT, ”Adapun terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya” (QS Adh-Dhuha [93]: 9-10).

Dilansir PortalMadura.Com, Senin (1/7/2019) dari laman republika.co.id, Allah sangat mengutuk dan mencela orang-orang yang menzalimi orang miskin dan anak yatim, serta menyebut mereka sebagai pendusta agama.

Lihat Alquran surah al-Ma’un ayat 1-3. Artinya, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin“.

Tentang siksa bagi orang yang makan harta anak yatim, Allah berfirman, ”Sesungguhnya orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya, dan mereka akan masuk ke dalam api neraka yang menyala” (QS An-Nisa’ [4]: 10).

Dalam suatu hadis juga disebutkan, memakan harta anak yatim secara zalim termasuk salah satu dosa besar. Rasulullah SAW bersabda, ”Jauhilah tujuh petaka yang membinasakan. Sahabat bertanya, ”Apakah itu ya Rasulullah?”.

Beliau menjawab, ”Pertama, menyekutukan Allah (syirik), kedua sihir, ketiga membunuh seseorang yang diharamkan kecuali dengan hak, keempat memakan harta riba, kelima memakan harta anak yatim, keenam lari dari peperangan, dan ketujuh, menuduh wanita Mukmin melakukan penyelewengan (zina)” (HR Imam Bukhari dan Muslim).

Namun, di balik semua itu, mencintai anak yatim dan fakir miskin adalah salah satu bentuk mahabbatullah (cinta kepada Allah SWT). Karena itu, perhatian dan sayang kepada mereka sudah semestinya jauh dari unsur riya’ dan cari perhatian.

Karena sesungguhnya, menyayangi anak yatim dan fakir miskin menguntungkan bagi Anda dari sisi rohani. Mencintai mereka berarti menumbuhkan energi positif dalam diri Anda. Dengan berbagi, nurani yang padam bisa bersinar kembali, egois dan kikir bisa tersembuhkan.

Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan, suatu ketika seseorang datang kepada beliau dan mengeluhkan masalah kerasnya hati. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ”Jika kamu ingin melunakkan hatimu, maka berilah makan orang miskin, dan santunilah anak yatim” (HR Imam Ahmad).

Baca Juga : 3 Karakter Pendusta Agama, Apa Anda Termasuk?

Demikian penjelasan mengenai penjelasan siapa itu para pendusta agama. Semoga di antara Anda bukan termasuk di dalamya dan semoga masih ada ruang dalam hati Anda untuk terus berbagi kepada sesama. Wallahu A’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar