oleh

Muslimin, Jangan Nikahi 6 Tipe Wanita Ini Agar Hidupmu Tak Susah

PortalMadura.Com – Seorang laki-laki yang ingin menikahi perempuan harus mempertimbangkan empat hal yaitu hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Seorang perempuan dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih perempuan yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menikah merupakan suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam rumah tangga melalui akad yang dilakukan menurut hukum syariat Islam. Dalam agama Islam, apabila ingin menikahi perempuan ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan untuk menikahi perempuan. Hal ini sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com yang dikutip dari Ihya’ Ulum Ad-Diin. Apa saja pertimbangannya?

Berikut ulasannya:

Al-annanah

Dia merupakan wanita yang suka mengeluh dan mengadu. Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab mengeluh tidak akan mendatangkan solusi apapun. Dia justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, kerabat maupun sahabat. Apalagi jika yang suka diadukan istri adalah orang tua suami.

Al-mannanah

Dia merupakan wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya. Dia berkata, “Aku sudah melakukan ini dan itu karenamu.” Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika dia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan dan jasanya. Apalagi jika secara ekonomi sang suami ‘lebih rendah’ dari istrinya.

Selain itu, mengungkit kebaikan berbahaya bagi kehidupan akhirat keluarga. Setiap keluarga Muslim pasti menginginkan bisa masuk surga bersama-sama. Namun perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala kebaikan tersebut.

Al-hannanah

Dia merupakan wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang pada masa lalu. Jika dia janda, dia akan membangga-banggakan mantan suaminya. Jika dia belum pernah menikah sebelumnya, mungkin dia membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Bahkan mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami. Lebih parah lagi, kalau ternyata dia pernah pacaran sebelum menikah dan membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami. Astagfirullah!

Al-haddaqah

Dia merupakan wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik dengan suatu barang atau produk dan suka meminta suami membelikan. Bisa dikatakan boros dan konsumtif. Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami.

Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama. Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram karena permintaan istri yang berlebihan.

Baca Juga: PN Eksekusi Pengelolaan Asta Tinggi, Polres Sumenep Terjunkan Puluhan Personel

Al-barraqah

Imam Al Ghazali menjelaskan, ada dua makna al Barraqah. Pertama, dia merupakan tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari. Meskipun demi tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan. Berlebihan dalam belanja kosmetik dan berlebihan dalam pemanfaatan waktu yang mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. Apalagi jika niatnya bukan untuk suami.

Kedua, wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian. Dengan kata lain, dia tipe pemurung. Bagaimana keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri suka berbuat demikian?

Asy-syaddaqah

Secara bahasa artinya lebar sudut mulutnya, dia adalah tipe wanita yang nyinyir dan banyak bicara, dalam hadis disebutkan, “Allah membenci orang tsartsarin (banyak cakap) mutasyaddaqin (banyak bicara).” Hampir setiap hal dikomentari dan komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif apalagi jika ada kesalahan. Menikahi wanita tipe ini, sulit bagi suami menemukan kedamaian karena semua sikapnya akan menjadi sasaran komentar nyinyir sang istri.

Rasulullah Saw bersabda: “Sebaik-baik perempuan adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” (HR. Ahmad dan Nasa’i)

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar