oleh

Pahala yang Didapat Orang Menikah Dalam Pandangan Islam

PortalMadura.Com – Beberapa alasan sering kali dilontarkan muda-mudi saat ditanya kapan akan menikah. Salah satu alasan mereka menunda pernikahan adalah karena belum cukup rezeki.

Padahal, Rasulullah pernah memotivasi kaum muda, dengan sabdanya: “Carilah oleh kalian rezeki itu dengan menikah” (HR. Dailami). Hadis ini, bagi Syaikh Nawawi Banten dalam Tanqih al-Qaul al-Hatsits, maksudnya adalah bahwa pernikahan dengan niat yang baik dapat menarik rezeki, melansir dari Republika.co.id, Ahad (28/6/2020).

Selamat Ibadah Puasa

Selain itu, dalam hadis lain juga dijelaskan, seperti yang dikutip oleh Syaikh Nawawi Banten, Rasulullah bersabda: “Rezeki dapat bertambah dengan sebab menikah.” Begitu juga, “Menikahlah kalian, niscaya kalian akan didatangi oleh banyak harta” (HR. Bazzar).

Secara teologis, arahan Rasulullah ini wajib disambut secara positif, karena ucapan beliau adalah wahyu dari Allah SWT. Apalagi, dengan menikah segala persoalan yang dianggap rumit akan mendapat pertolongan Allah.

Rasulullah memastikan dalam sabdanya: “Tiga orang yang pasti Allah tolong, yaitu orang yang berjihad di jalan Allah, budak mukatab yang ingin menebus dirinya, dan orang yang menikah demi menjaga kehormatan” (HR. Turmudzi). Pertolongan dalam hal ini bisa berupa rezeki.

Sejatinya, spektrum makna rezeki bagi orang yang hendak menikah itu bukan hanya harta. Tetapi rezeki mendapat suami saleh atau istri salehah, rezeki diberi keturunan yang banyak, rezeki rumah tangga sakinah, mawadah, dan penuh rahmah. Jadi, rezeki itu meliputi sejak awal pernikahan hingga sesudah pernikahan. Semua ini mendapat jaminan dari Rasulullah.

Baca Juga: Inilah 5 Hikmah Menikah dalam Islam

Oleh karena itu, sekali lagi, dalam sabdanya: “Menikah adalah sunahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)” (HR. Ibnu Majah). Dalam konteks ini, pahala menikah dan diberi anak kelak akan dibangga-banggakan Rasulullah di akhirat.

Tidak hanya itu saja, menikah adalah menyempurnakan setengah dari agama. Rasulullah informasikan dalam sabdanya: “Barangsiapa menikah, ia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah untuk setengah sisanya” (HR. Thabrani). Yang dimaksud menyempurnakan setengah agama adalah terjaganya kemaluan dan khusyuknya beribadah.

Makna hadis ini juga bisa dipahami dari hadis lainnya, yaitu: “Dua rakaat salat orang yang berkeluarga lebih baik dibandingkan tujuh puluh rakaat orang yang belum berkeluarga” (HR.Ibnu Ady). Menurut Syaikh Nawawi Banten, hadis ini lebih sebagai motivasi untuk menikah, bukan makna sebenarnya.

Makna menyempurnakan setengah agama juga bisa dipahami dari Hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa: “Sesuatu yang kamu berikan makan untuk istrimu, maka semua itu adalah sedekahmu” (HR. Ibnu Majah).

Jadi, pahala menikah adalah pahala yang bertumpuk-tumpuk. Sebab, dengan menikah aktivitas apa saja yang dilakukan suami dan istri jadi pahala. Pantas saja kalau Rasulullah berseru: “Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsunya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, berpuasa terlalu lama alias membujang juga tidak dianjurkan oleh Rasulullah: “Sejelek-jelek kalian adalah orang yang membujang” (HR. Thabrani). Alasannya, tulis Syaikh Nawawi Banten, adalah karena mereka tidak memiliki anak yang ditinggalkan. Padahal, anak yang saleh itu adalah penolong orang tua di akhirat.

Terakhir, secara tegas Rasulullah menjanjikan bahwa pahala orang yang menikah itu adalah surga, yaitu: “Barangsiapa yang dipelihara oleh Allah dari keburukan dua perkara, niscaya ia masuk surga”. Salah satunya kata Rasulullah: “(Menjaga) keburukan yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan)” (HR. Turmudzi). Insya Allah menikah dapat memeliharanya. Waallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id

Komentar