oleh

Pembelajaran Daring Berdampak Buruk Bagi Para Siswa di Bangkalan

oleh : Imam Faisal*

Pendemi Covid-19 membuat sekolah menetapkan belajar daring dan justru berdampak negatif bagi para siswa SD.

Pembelajaran daring di satu sisi bisa menjadi solusi saat dunia menghadapi pandemi seperti sekarang. Namun di sisi lain, sejumlah dampak buruk juga mengintai.

Salah satunya, anak jadi terpapar gadget lebih lama bahkan bukan tidak mungkin akan kecanduan mengingat masa pembelajaran daring yang diperkirakan masih cukup lama.

Setelah diberlakukannya belajar daring, mayoritas siswa SD di daerah saya tepatnya di Tanjungbumi, Bangkalan sudah kecanduan bermain game online.

Setiap hari mereka berkumpul hanya untuk mabar sampai lupa waktu. Bermain game online jadi prioritas utama bagi para siswa di sini.

Bahkan mereka jarang atau tidak pernah belajar sama sekali selama diberlakukannya belajar daring.

Saya pun berdiskusi dengan mereka semua dan mereka menyatakan ketidaksanggupan dikarenakan kurangnya aktivitas yang dikerjakan oleh para siswa sehingga menjadikan game online adalah hiburan utama yang dipilih untuk mengisi aktivitas mereka.

Dari hasil diskusi yang saya lakukan dengan mereka maka dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang kecanduan game online merasa tidak mampu untuk menarik atau menjauhkan diri dari hal-hal yang berkenaan dengan game online karena ketika pengguna dijauhkan pada hal yang dia sukai maka, akan timbul perasaan gelisah.

Dampak negatif kecanduan game online bagi para siswa

Aktivitas bermain game online yang berlebihan berdampak buruk bagi para siswa, di antaranya kurang peduli terhadap kegiatan sosial, kehilangan kontrol atas waktu, menurunnya prestasi akademik, relasi sosial, finansial, kesehatan, dan fungsi kehidupan lain yang penting.

Bahkan ada beberapa anak yang berani melawan orang tua karena tidak dibelikan kuota buat main game online. Main gadget berlebihan membuat kondisi psikis dan otak pada anak-anak tidak berfungsi dengan normal.

Bahaya utama yang ditimbulkan akibat kecanduan game online adalah investasi waktu ekstrem dalam bermain, Penggunaan waktu yang berlebihan untuk bermain game online membuat terganggunya kehidupan sehari- hari.

Gangguan ini secara nyata mengubah prioritas remaja, yang menghasilkan minat sangat rendah terhadap sesuatu yang tidak terkait game online. Remaja yang kecanduan game online semakin tidak mampu untuk mengatur waktu bermain.

Kurangnya pengawasan dan kesadaran diri para orang tua di pandemi Covid-19 seperti sekarang ini orang tua harus berhati-hati dan penuh pertimbangan dalam memberikan akses terhadap berbagai produk teknologi karena kurangnya aktivitas para siswa setelah diadakannya belajar daring.

Para orang tua harus lebih mengawasi anak-anaknya dalam bermain game online karena bisa berpotensi membuat anak-anak menjadi kecanduan bermain game online.

Bagi anak-anak yang kecanduan game online, mereka seolah-olah menganggap masa depannya ada di dunia game sehingga menurunkan minat terhadap aktivitas lain.

Pemantauan orang tua dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan anak, menempatkan berbagai produk teknologi di tempat yang mudah diamati, mengetahui keberadaan anak, menunjukkan perhatian terhadap kegiatan sekolah anak, dll.

Hal tersebut dapat mengurangi waktu anak dalam bermain game online dan mencegah tingkat kecanduan game online yang lebih parah.

Semestinya game online dimanfaatkan untuk hiburan tetapi yang terjadi game online dimainkan secara berlebihan. Untuk itu, game online sebagai bentuk dari perkembangan teknologi perlu disikapi dengan bijak supaya tidak berdampak buruk bagi para siswa khususnya yang masih di bangku SD.

Dengan demikian perlu diberikan upaya pecegahan terhadap kecanduan game online, sehingga diharapkan dapat terhindar dari kecanduan game online.

Juga diharapkan pihak-pihak terkait khususnya orang tua agar selalu mengawasi anaknya dan jangan terlalu mengasih kebebasan penuh di situasi pandemi sekarang ini.(**)

* Penulis: Imam Faisal (Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang).

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com”.

.
.

Komentar