oleh

Saling Lempar Pujian, MH Said Abdullah Berkunjung ke Kiai Ramdlan & Kiai Ilyasi

PortalMadura.Com, Sumenep – MH Said Abdullah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 11 Oktober 2020.

Ketua Banggar DPR RI itu, disambut hangat oleh KH Ramdlan Siraj yang merupakan mantan Bupati Sumenep dua periode dengan ditemani adik kandungnya, KH. Ilyasi Siraj selaku Ketua DPC Gerindra Sumenep.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Said, sapaan MH Said Abdullah langsung disambut sapa hangat dan guyonan ringan serta pujian seputar profesi Said sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI.

Kiai Ilyasi Siraj membuka obroran, “Dulu namanya Bang Said, sekarang diubah menjadi Banggar,” kata KH. Ilyasi Siraj, disambut tawa renyah.

Kiai Ramdlan Siraj ikut melemparkan guyonan dan pujian untuk Said. “Kita-kita ini sebenarnya sama dengan Said. Walau bukan arab, kita ini punya darah sayyid juga. Cuma darah kita ini campuran. Bahkan mungkin lebih banyak campurannya,” katanya disambut kembali riuh tawa.

Pertemuan ketiga tokoh penting Sumenep ini beranjak lebih serius. Kiai Ilyasi menginformasikan seputar pendidikan di pesantren Nurul Islam yang ia kelola bersama Kiai Ramdlan Siraj.

Terutama tentang perguruan tinggi yang ada di lingkungan pesantren yang dikelolahnya.

Menurut Said, sekarang seharusnya pesantren membuka perguruan tinggi perbankan syariah agar ekonomi umat bisa kuat.

“Apalagi akibat pandemi ini banyak bank yang mulai kolaps dan bankrut,” kata Said.

“Yang tidak bangkrut tinggal satu aja. Bang Said,” ujar Kiai Ilyasi tiba-tiba menyela. Dan Keadaan pun kembali riuh tawa.

Said pun menimpali, ternyata tugas Ketua Banggar sangat berat. Pasalnya, banyak sekali cobaan dalam pembahasan keuangan negara. Lebih-lebih pada situasi pandemi.

Meski begitu, Said memohon doa dan dukungan dari berbagai pihak, terutama para ulama dan habaib agar Indonesia bisa keluar dari cobaan Covid-19.

Said menegaskan, penanganan Covid-19 saat ini akan menjadi landasan dalam pemulihan sosial dan ekonomi nasional. Sehingga mengakhiri wabah merupakan langkah nyata.

Oleh karena itu, percepatan dan efektifitas belanja penanganan Covid-19 diarahkan untuk penguatan bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, pembiayaan koperasi, dan sektor ekonomi lainnya.

“Karena itu, pembahasan anggaran adalah fungsi paling berat di DPR ketimbang fungsi legislasi dan pengawasan. Kami berharap Covid-19 segera berlalu. Sehingga ekonomi kita bisa segera pulih,” harapnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar