oleh

Survei, Sudah Tahu Berbahaya Tetap Gunakan HP Saat Mengemudi

PortalMadura.Com – Masyarakat yang tinggal di perkotaan sangat bergantung dengan penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari. Di lain sisi, masyarakat Indonesia juga memiliki kultur untuk berinteraksi melalui media sosial yang cukup tinggi melalui gawai.

Pada akhir 2015, Opera Mediaworks dan Mobile Marketing Association (MMA) merilis data terbaru tentang perilaku pengguna ponsel pintar di negara P6 (The Power 6), yakni India, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, dan Indonesia dan ditemukan fakta bahwa pengguna perangkat mobile Indonesia lebih sering mengakses situs media sosial dengan persentase 38 persen.

Besarnya minat masyarakat menggunakan gawai ini ternyata juga diterapkan secara salah oleh masyarakat ketika berkendara. Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang Carmudi.co.id lakukan.

Carmudi.co.id sebagai situs jual beli kendaraan yang peduli terhadap keselamatan berkendara, melakukan survei terhadap para pengendara mobil maupun sepeda motor untuk mengetahui kebiasaan dan perilaku masyarakat ketika berkendara.

Dalam survei tersebut, terlihat pengendara masih kurang peduli dengan keselamatan diri sendiri maupun pengendara lain. Ketika berkendara, 52,7% responden menyatakan sesekali berkendara sambil saling berkirim pesan singkat, lebih besar dari jumlah responden yang mengaku tidak pernah melakukannya, yakni 35,3%. 10% responden menjawab mereka sering dan hampir selalu berkendara sambil mengirim pesan singkat.

Selain itu, 59% responden mengaku sesekali berkendara sambil menelepon, 17,3% responden seringkali dan hampir selalu berkendara sambil menelepon. Hanya 21,6% responden yang mengaku tidak pernah melakukan hal tersebut.
Meskipun mayoritas responden mengaku sering berkendara sambil saling berkirim pesan singkat maupun menelepon, 65,8% responden sadar bahwa kemampuan berkendara mereka sambil mengirim pesan singkat dan menelepon termasuk dalam kategori buruk dan kurang baik.

Hal yang menarik untuk dilihat, 79,3% responden percaya bahwa berkendara sambil mengirim pesan singkat dan menelepon sama berbahayanya bila dibandingkan dengan berkendara dalam keadaan mabuk.

Terkait tentang bahaya berkendara sambil mengirim pesan singkat dan menelepon, 25,7% responden menyatakan bahwa diri mereka sendiri atau kerabat dekat pernah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas karena kedua hal tersebut.

Hal di atas dapat terjadi, karena bagi masyarakat pada umumnya (82,9% responden), tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang aman masih sangat rendah. 51,8% responden menganggap mengetik pesan singkat dan menelepon merupakan gangguan paling sering yang mereka alami ketika berkendara Sedangkan 18,6% berpendapat gangguan dari penumpang lain turut berkontribusi merusak konsentrasi berkendara.

Masyarakat menilai rendahnya kesadaran berlalu lintas yang aman dikarenakan karena kurang baik dan terencananya sosialisasi yang dilakukan berbagai pemangku kepentingan. 54% menyatakan andil pemangku kepentingan dianggap kurang baik, hanya 8% yang menganggap upaya sosialisasi sudah dilakukan dengan terencana dan baik.

“Hasil survei yang Carmudi.co.id lakukan mengungkap banyak fakta menarik. Rendahnya kesadaran berlalu lintas yang aman di kalangan masyarakat sudah mengakar. Meskipun masyarakat mengakui bahwa kemampuan berkendara mereka ketika sambil berkirim pesan singkat dan menelepon buruk, mereka tetap melakukannya,” kata Co-Founder Carmudi Indonesia, Gunnar Rentszch, Selasa (29/3/2016).

Demikian juga, meskipun banyak contoh terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan diri mereka sendiri dan kerabat terdekat karena berkendara yang buruk, mereka tetap saja melakukannya.

Carmudi.co.id yakin, sosialisasi yang menyeluruh dan terencana harus dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, penegakan aturan berlalu lintas harus tegas dilakukan agar masyarakat jera untuk melanggar lalu lintas.(rls/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar