oleh

Tanda-tanda Kebahagiaan yang Diisyaratkan Islam

PortalMadura.Com – Sejatinya, kebahagiaan yang hakiki dalam Islam meliputi orang-orang yang memiliki ketaatan kepada Allah SWT. Karena itu, kebahagiaan tidak seperti barang yang bisa dibeli, tidak pula bisa disangka-sangka, melansir dari Republika.co.id, Kamis (26/12/2019).

Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidur dengan tenang di tempat tidurnya, sehat badannya, memiliki jatah makan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah mendapatkan dunia dan semua kenikmatannya,”.

Menurut ulama Aidh al-Qarni dalam bukunya “La Tahzan” dijabarkan, maksud dari hadis di atas adalah jika seseorang telah mendapatkan makanan yang cukup dan tempat berlindung yang aman, maka sesungguhnya dia telah mendapatkan kebahagiaan yang sempurna. Hal ini juga sesungguhnya terjadi bagi kebanyakan orang.

Isyarat tersebut juga pernah disampaikan Allah SWT dengan risalahnya kepada Rasulullah. Allah berfirman: “Wa atmamtu alaikum ni’mati,”. Yang artinya: “Dan telah Aku sempurnakan nikmatku kepadamu (Muhammad),” (QS. Al-Maidah: 3).

Akan tetapi, nikmat apakah yang dikatakan sempurna oleh Allah SWT?. Apakah nikmat tersebut berupa materi, makanan yang melimpah, istana-istana, jabatan yang tinggi, atau emas dan perak?. Tentu saja tidak. Pasalnya, sesungguhnya Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang sederhana.

Baca Juga: 5 Cara Pelihara Ilmu untuk Capai Kebahagiaan Dunia Akhirat

Dalam berbagai literatur hadis pun diketahui, Rasulullah masih tidur di sebuah kamar yang beralaskan tanah dan beratapkan pelepah kurma. Bahkan, Rasulullah kerap mengganjal perutnya dengan dua buah batu guna menahan rasa lapar. Tidak hanya itu, Rasulullah juga pernah berkeliling tiga hari untuk mendapatkan kurma yang dapat dimakan hanya sekadar menutupi rasa laparnya.

Dari kisah perjalanan hidup Rasulullah tersebut, sejatinya Rasulullah bukanlah pribadi yang miskin harta. Rasulullah kerap memberikan hartanya kepada mereka yang membutuhkan, bahkan kerap mendahulukan kepentingan orang banyak dibandingkan dirinya. Kendati demikian, Rasulullah tidak pernah merasa sengsara apalagi menderita dengan segala hal yang bisa dikategorikan sulit itu.

Lalu, apa sesungguhnya yang membuat kebahagiaan kerap meliputi Rasulullah?. Seperti apa nikmat sempurna yang dikaruniakan Allah kepada beliau?. Tentu saja iman dan takwa. Dengan iman dan takwa, seorang hamba akan merasa tenang, nyaman, dan bahagia. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar