oleh

Terbukti, Covid-19 Bukan Penghambat Pilkada 2020

Oleh : Sairil Munir, S.Sos*

Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati serta pemilihan wali Kota dan wakil kota di Jawa Timur, sejumlah pihak banyak yang meragukan pilkada akan berjalan sukses serta meragukan partisipasi masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diprediksi akan menurun dari lima tahum sebelumnya.

Selain itu, pilkada yang dilaksanakan tahun 2020 ini berbarengan dengan datangnya Covid-19. Memang wajar sejumlah masyarakat khawatir, karena masyarakat baru berhadapan dengan virus yang merenggut ribuan jiwa itu.

Semua kekhawatiran, kecemasan, keraguan dan pesimisme masyarakat itu terbukti salah. Secara keseluruhan, Pilkada 2020 berjalan lancar dan aman. Karena masyarakat mendapat kepastian keamanan tentang protokol kesehatan (prokes) dan masyarakat sudah paham pentingnya menjaga protokol kesehetan.

Tidak hanya itu, masyarakat yang diprediksi tidak akan banyak datang ke TPS ternyata lebih banyak dari pilkada sebelumnya. Artinya, partisipasi masyarakat dalam pilkada 2020 ini meningkat.

Di Jawa Timur, tren positif partisipasi masyarakat secara menyeluruh di masa Covid-19 ini meningkat. Bahkan beberapa daerah melebihi target Nasional. Contoh Misalnya seperti 5 kab/kota di Jatim yang sampai melampaui target nasional: 1. Tuban 77,6% 2. Lamongan 77,6% 3. Gresik 78,5% 4. Mojokerto 78% 5. Kota Blitar 79,2%.

Ini membuktikan bahwa Covid-19 tidak menjadi hambatan dalam kehadiran masyarakat untuk datang ke TPS. Kesuksesan dan keberhasilan itu semua tentu bukan hanya peran penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu, tapi juga peran dari semua elemen masyarakat.

Melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak 2020 ini, optimisme semakin meningkat.

Ucapan syukur perlu semua pihak sampaikan kepada Tuhan Yang Esa karena pilkada 2020 ini tidak ada korban jiwa, pilkada bukan jadi klaster baru untuk Covid-19. Pilkada 2020 ini adalah keberhasilan semua masyarakat Indonesia.(**)

* Penulis : Komisioner KPU Kabupaten Bangkalan, Sairil Munir, S.Sos (Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM)

.
.