oleh

Umat Islam, Ini 5 Cara Hindari Perbuatan Maksiat

PortalMadura.Com“… Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (QS Al Hasyr : 7).

Ayat di atas menyerukan umat Islam supaya menjauhi kemaksiatan dan segala hal yang dilarang. Sebab, kemaksiatan terjadi karena ada kesempatan dan bisikan setan yang datang, serta setan tidak pernah lengah untuk menjerumuskan anak Adam ke dalam nereka.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Sebagaimana firman Allah: “Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)” (QS Al A’raaf : 16-17).

Setan selalu membisikkan bujuk rayu jahatnya ke dalam hati manusia, kecuali bagi orang-orang yang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT (muroqobatullah).

Baca Juga: Lakukan Maksiat Tapi Doa Tetap Terkabul? Hati-hati Jebakan Istidraj

Maka dari itu, penting untuk menghindari diri dari perbuatan maksiat. Namun, bagaimanakah caranya?.

Berikut ini lima cara menghindari perbuatan maksiat:

Pertama, yakinilah Allah selalu mengawasi Anda. Allah adalah Zat yang Maha Melihat, Maha Mengetahui, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya di langit maupun di bumi.

Allah berfirman: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS Al An’am : 59).

Kedua, yakinilah seluruh amalan manusia akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak pada hari Kiamat. Tidak ada satu pun yang akan luput dari catatan-Nya.

Firman Allah SWT: “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula” (QS Az Zalzalah : 6-8).

Ketiga, yakinilah bahwasanya kulit, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan akan menjadi saksi di akhirat kelak.

Allah berfirman: “Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu kepadamu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan” (QS Fusilat :22).

Keempat, yakinilah Allah mengutus para malaikat untuk mengawasi Anda. Sesuai firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf : 16-18).

Kelima, sadarilah bumi akan menjadi saksi perbutan Anda. Meskipun tidak ada yang melihat Anda, di manapun Anda melakukan maksiat walaupun dengan sembunyi-sembunyi, bumi yang Anda pijak akan menjadi saksi di hadapan Allah kelak.

Allah berfirman: “Pada hari itu bumi menceritakan beritanya” (QS Az Zalzalah : 4). “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga” (QS Ar Rahman : 46). Wallahu A’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar