Umat Muslim, Ini Adab Bangun Tidur Yang Perlu Anda Lakukan

  • Bagikan
berdoa
ilustrasi

PortalMadura.Com – Banyak orang yang apabila bangun dari tidur langsung mandi, sarapan atau bergegas beraktivitas. Padahal dalam Islam mengajarkan, ada adab yang perlu umat Muslim lakukan.

Hal ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah membangunkan Anda dari tidur. Lantas, bagaimana adabnya. Berikut adab bangun tidur dalam Islam;

Mengusap Bekas Tidur di Wajah
Terdapat sebuah kisah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah menginap di rumah bibinya, Maimunah Radhiyallahu ‘anha, salah satu istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kata Ibnu Abbas, “Kemudian ketika sudah masuk pertengahan malam, Rasulullah bangun, kemudian beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya” (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).

Membaca Doa dan Zikir Ketika Bangun Tidur
Doa setelah bangun tidur yang rutin dibaca oleh Rasulullah adalah, “Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur.” Yang artinya, “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan” (HR. Bukhari no. 6325).

Selain itu , dapat pula membaca zikir ketika bangun tidur dipagi hari. Dzikir ketika bangun tidur tersebut yakni, “Alhamdullillahilladzi afaaniy fii jasadiy, wa rodda alayya ruhiy, wa adzina lii bi dzikrih.” Yang artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya” (HR. Tirmidzi no. 3401. Hasan menurut Syaikh Al Albani).

Dalam hadis tersebut disebutkan mengenai dikembalikannya ruh, yang maksudnya adalah masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menikmati kehidupan. Oleh karenanya, dengan menjalankan salat subuh dan berdoa serta berzikir menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan.

Membaca Sepuluh Ayat Terakhir Surat Al-Imran
Terdapat sebuah hadis yang terkait dengan hal ini. Ibnu Abbas menceritakan pengalaman beliau ketika menginap di rumah bibinya Maimunah, “Beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya, kemudian beliau membaca 10 ayat terakhir surat Ali Imran”(HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).

Pembacaan 10 ayat terakhir surat Al-Imran ini tepatnya dimulai dari ayat yang artinya, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”.

Bersiwak
Diceritakan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari 245 dan Muslim 255, yang artinya, “Sahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu menceritakan, Nabi Shollallahu’alaihi wassalam apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan bersiwak”.

Selain itu, Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu juga menceritakan, yang artinya, “Kami diperintahkan (oleh Rasulullah) untuk bersiwak, kemudian beliau bersabda,  ”Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan salat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu” (HR. Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 1/38 dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah).

Terdapat banyak manfaat yang dapat diraih ketika kita bersiwak. Tidak hanya dapat menyegarkan dan menjaga kesehatan, tetapi juga menghilangkan bau mulut sehingga tidak mengganggu Malaikat yang turut hadir ketika salat malam.

Istinsyaq/Membersihkan Hidung
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari 3295 dan Muslim 238, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya “Apabila kalian bangun tidur maka bersihkan bagian dalam hidung sebanyak 3 kali karena setan bermalam di rongga hidung.” , perlu diketahui bahwasannya ketika bangun tidur disarankan untuk membersihkan hidung sebanyak tiga kali. Hal ini disebabkan oleh karena saat tidur, syeitan dapat menyelinap melalui lubang hidung dan wajib membersihkannya.

Mencuci Tangan Sebanyak Tiga Kali
Terdapat sebuah hadis yang menerangkan tentang adab mencuci tangan sebanyak tiga kali. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya, “Apabila kalian bangun tidur maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam wadah, sebelum dia mencucinya 3 kali. Karena dia tidak mengetahui di mana tangannya semalam berada” (HR. Bukhari dan Muslim 278).

Dalam hadis tersebut Rasulullah berpesan agar umat Islam mencuci tangan sebanyak tiga kali sebelum melakukan aktivitas lainnya, seperti mencelupkan tangan ke dalam sebuah wadah. Wallahu A’lam. (ummi-online.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.