oleh

Versi MLM, Wanita Sumenep Jadi Top Leader Moment Indonesia

ROSE IPTRIWULANDHANI. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, baru saja dinobatkan sebagai Top Leader Moment Indonesia versi salah satu multi level marketing (MLM). Tak tanggung-tanggung, perempuan kelahiran Sumenep, Madura, Jawa Timur ini masuk diurutan ke 13.

“Alhamdulillah, baru empat bulan join, saya sudah dinobatkan sebagai salah satu Top Leader Moment Indonesai Nomor 13,” kata Rose sapaan akrap Rose Iptriwulandhani, pada PortalMadura.

MLM yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan tersebut dinilai cocok bagi dirinya untuk dijalankan. Bahkan, saat ini juga mulai merintis MLM lain yang bergerak dibidang komunikasi dan e-commerce serta hotel yang berasal dari USA.

Perempuan yang sudah menetap di Kota Batu ini, mengaku awalnya tidak mempunya jiwa bisnis. Namun, sejak menjadi sekretaris pribadi ibu wali kota Batu, jiwa bisnisnya terbentuk.

“Waktu itu, saya melihat ibu wali Kota Batu (saat itu ibu Imam Kabul). Meski beliau orang nomor satu di Kota Batu, tetapi beliau senang bisnis. Dari situ saya belajar. Dan ternyata naluri bisnis saya mulai terbentuk,” ujarnya mengenang.

Jiwa bisnis yang terbangun yakni bisnis yang sifatnya networking. “Ya, semacam MLM lah,” katanya sambil tersenyum.

Meski diakui, kebanyakan orang skeptis tentang bisnis MLM atau berpikir negatif. Tetapi bisnis MLM justru lebih cepet mendapatkan uang dengan mudah, karena tinggal menjalankan dan aktif serta fokus. “Sistem kan sudah terbentuk, tinggal menjalankan, mas,” ujar perempuan yang hobi travelling ini.

Kesukaan alumni UMM Malam di Fakultas Psikologi dan S2 STIEKN Jaya Negara ini tidak jauh berbeda dengan orang Madura yang tinggal di kampung halamannya. “Suka warna jreng-jreng, mas!. Saya suka warna merah. Makanan juga suka yang pedas-pedas. Tapi, gak ada yang spesifik sih,” ucapnya.

Rose meninggalkan Sumenep, tepatnya di Desa Kolor mulai dari awal kuliah tahun 1996 hingga menikah dengan orang Malang dan mendapatkan pekerjaan di Pemkot Batu. “Saya ditugaskan di Badan Narkotika Nasional Kota Batu mulai akhir 2011. Sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat,” terangnya.

Apa yang perlu dipersiapkan dengan perempuan Madura?

“Menurutku, perempuan Madura harus berkarakter. Tegas, namun berhati lembut, berjiwa dinamis. Selalu membuka diri untuk pengembangan pribadi baik secara mental maupun kemampuan (skill) tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita,” katanya.

Meski dirinya sibuk dengan bisnis yang dijalankan serta sebagai abdi negara, posisi sebagai istri dan ibu dari anak tetap menjadi tugas nomor satu dalam hidupnya. “Sebagai istri dan ibu tetaplah nomor satu,” tandasnya dengan timpalan senyum.

Dia berharap, perempuan Madura hendaknya menggali potensi yang ada dalam dirinya, dan mengembangkan potensi itu untuk kemajuan serta kesejahteraan bersama. Sehingga bermanfaat buat lingkungannya.

“Hidup kita ini agar ada manfaat untuk orang lain dan memiliki nilai lebih. Maka, harus selalu mengembangkan potensi diri. Tujuannya, tentu dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki. Yakni, kebahagiaan dunia akhirat,” pungkasnya.(htn)

-
-
Tirto.ID
Loading...

Komentar