oleh

Wedang Pokak, Buatan Mahasiswa UMM Cegah Covid-19 di Sampang

Oleh : Iftitah Rahmawati Syafriningrum*

PortalMadura.Com – Pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kelurahan Gunung Sekar melaksanakan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Salah satu kegiatannya memberikan informasi tentang cara pembuatan jamu wedang pokak melalui media sosial. Kegiatan tersebut diawasi dan dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan.

“Obat herbal ini manfaatnya hanya untuk melawan dan membantu tubuh-tubuh kita terhindar dari virus-virus tersebut. Sehingga tubuh seseorang yang mengonsumsi jamu atau obat herbal lainnya diharapkan dapat melawan dari virus dan terhindar dari sakit,” kata salah satu anggota dari kelompok 15 PMM UMM Gunung Sekar, Iftitah.

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini merupakan kegiatan pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM.

Maka dari itu untuk mengawali program kerja Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 15 PMM-UMM periode 06 yang dikoordinatori oleh Farah Islahul Amalia beserta 3 anggotanya, Iftitah Rahmawati Syafriningrum, Ahmad Ridho Siddiq dan Hoirul Umam untuk membuat salah satu jamu wedang pokak ke sebagian warga Kelurahan Gunung Sekar yang berguna sebagai salah satu bentuk pencegahan virus corona.

“Saya termotivasi dari ibu saya yang setiap pagi selalu menyediakan jamu ini untuk saya, lalu saya tanya ke ibu saya manfaat dari jamu ini untuk apa dan ibu saya menjawab kalau ini dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh dan menjaga kesehatan tubuh kita, sehingga dapat melakukan pencegahan dari virus corona,” katanya.

Bahan dan Cara Buat

Berikut saya beri tahu resep dan khasiat jamu wedang pokak, untuk yang pertama siapkan semua bahan berupa sereh, jahe, gula aren, kayu manis dan pandan. Setelah bahan disiapkan cuci bersih terlebih dahulu semua bahan kecuali gula aren.

Siapkan tempat untuk merebusnya yaitu panci lalu isi air secukupnya dan masukkan gula aren terlebih dahulu, dilanjutkan dengan memasukkan bahan yang lainnya. Setalah itu biarkan hingga mendidih, lalu diamkan hingga dingin atau hangat-hangat kuku. Dan jamu wedang pokak siap dikonsumsi.

Jamu wedang pokak ini tidak hanya digunakan untuk mencegah dari virus corona tetapi masih banyak khasiat lainnya, karena kandungan berbagai rempah dalam jamu wedang pokak ini memiliki banyak sekali manfaatnya yaitu dapat meredakan batuk, demam, flu, masuk angin, menurunkan kadar kolesterol, dan juga dapat mengurangi bau badan.

Tetapi tidak semua jamu atau obat herbal dapat memberikan hasil yang bagus karena setiap orang ada fase dimana obat herbal hanya dapat membantu dalam proses penyembuhan. Jadi diliat dari kondisi orang itu terlebih dahulu, jika kondisi sudah terlalu berat, maka itu sudah beerbeda lagi dalam penanganannya.

Sebenarnya seseorang hanya dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti berolahraga, istirahat dan makan-makanan yang bergizi contohnya sayuran hijau, buah-buahan, daging dan telur, kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan dan makanan laut lainnya dan susu.

“Dalam kondisi pandemi virus corona yang semakin meningkat angka positif terpapar dialami sekarang di lingkungan sekitar kita, saya berharap kita semua dapat menyikapinya secara benar, cermat dan tanpa panik. Biasanya seseorang yang awam dan kurangnya ilmu pengetahuan sangat cepat percaya dengan berita-berita yang belum tentu itu benar atau bisa dikatakan hoax, jadi saya hanya ingin kita selalu jaga diri dengan melakukan sesuatu awal mula bentuk pencegahan dari virus corona ini yaitu dengan membuat dan mengkonsumsi jamu wedang pokak yang dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh,” ujarnya.

Tetapi tidak lupa juga masyarakat harus selalu mengikuti aturan protokol kesehatan di pemerintah yaitu dengan menjaga selalu kebersihan tangan, jangan sering menyentuh wajah, terapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker dan selalu jaga jarak.

Dasar dari mahasiswa tersebut seiring dengan bertambahnya waktu semakin merebaknya wabah virus corona (COVID-19) di Indonesia, tidak sedikit obat herbal yang diklaim dapat mencegah penularannya.

Hingga Senin (10/08/2020) Jawa Timur masih tertinggi di Indonesia kasus COVID-19. Sebanyak 25.626 kasus orang terpapar virus corona, namun yang dirawat sebanyak rawat 5.315 dan yang sembuh sebanyak 18.417 orang. Sementara yang meninggal dunia 1.894. Sehingga hal ini membuat para ahli dan ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin atau pengobatan yang paling efektif.

Diketahui obat herbal seperti jamu atau empon-empon dikenal mampu meningkatan sistem imun alias daya tahan tubuh. Jamu merupakan obat tradisional dari Indonesia. Saat ini populer dengan sebutan herbal dikalangan masyarakat. Dimana menurut Direktur Divisi Penyakit Menular di Universitas Alabama, AS, Jeanne Marrazzo, seperti dikutip dari WebMD, mengatakan orang yang daya tahan tubuhnya rendah sangat rentan terinfeksi virus corona. Tentu hal ini membuat banyak masyarakat yang tergiur akan khasiat obat herbal dalam mencegah penularan virus corona.(**)

*Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com.”

.
.
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE