oleh

4 Tipe Orgasme Pada Suami, Apa Saja?

PortalMadura.Com – Pada dasarnya, pencapaian orgasme pada seorang suami tidak hanya terpaku pada ejakulasi yang terjadi saat bercinta. Perlu diketahui, bahwa ada empat jenis orgasme yang bisa dirasakan suami pada kondisi tertentu, seperti dilansir Detik.com dari Metro.

Sebenarnya, apapun jenis orgasme pada suami tentu hanya bisa diperoleh saat nyaman dengan diri dan/atau pasangannya. Lantas, apa saja jenis orgasme itu?.

Selamat Ibadah Puasa

Berikut ini penjelasan terkait jenis orgasme yang terjadi pada suami yang dijelaskan oleh pakar ‘seks’, percintaan, dan bahasa tubuh, Annabelle Knight:

Orgasme Sandar

Jenis orgasme ini terjadi saat suami mengalami ejakulasi ketika bercinta atau masturbasi. Orgasme ini mungkin menjadi yang paling dikenal sumai dan istri.

“Ejakulasi diawali ereksi saat pria terangsang secara fisik maupun psikologi. Ketika ereksi, darah mengalir ke jaringan seperti busa yang disebut corpora di sepanjang penis. Hal ini menyebabkan ukuran dan kekerasan penis bertambah,” kata Knight.

Saat ereksi, testis ditarik ke arah tubuh seiring skrotum yang makin kencang. Selanjutnya, air mani masuk ke dalam uretra melalui kontraksi otot dasar pinggul dan jaringan prostat. Air mani kemudian keluar dari dalam penis yang dikenal sebagai ejakulasi.

Orgasme Campuran

Jenis orgasme yang satu ini terjadi pada suami yang merasakan kepuasaan bercinta saat beberapa bagian tubuhnya terangsang sekaligus. Misalnya saat pasangan menyentuh puting dan penis secara bersamaan, sehingga suami tidak tahu sentuhan di bagian mana yang memberikan sensasi orgasme.

“Tipe orgasme campuran atau whole body orgasm terjadi di tengah bercinta dalam fase cepat. Bisa juga saat bercinta dalam fase sangat lambat menuju intercourse. Jenis orgasme ini sangat bagus bagi yang ingin merangsang area sensitif pria atau erogenous zones,” ujar Knight.

Baca Juga: Tak Hanya Pria, Ini 4 Jenis Orgasme Wanita Ketika Bercinta

Orgasme Berulang Kali

Ada dua tipe jenis orgasme berulang atau multiple orgasm pada suami. Tipe pertama adalah suami yang butuh waktu hidrasi usai orgasme yang pertama sebelum kembali merasakannya. Pada kondisi ini, suami bisa saja orgasme tanpa melepaskan air mani. Tipe kedua adalah yang tidak perlu waktu jeda untuk hidrasi.

“Waktu jeda sekitar 30 menit untuk istirahat di sela orgasme dikenal sebagai refractory period. Waktu recovery post orgasm ini makin lama seiring peningkatan usia. Selama istirahat pria bisa merasakan efek ekstra oksitosin yang diproduksi saat berhubungan ‘seks’. Hormon ini menimbulkan rasa bahagia dan mood yang baik,” ungkap Knight.

Orgasme dari Mimpi Basah

Mimpi basah tidak hanya terjadi ketika pria memasuki fase puber di usia remaja. Pria dewasa bisa juga mengalami mimpi basah yang kontennya tidak harus seputar hal seksual. Karena itu, jangan heran jika pria bangun dengan rasa tidak nyaman setelah bermimpi saat tidur.

Rewriter : Salimah
Sumber : detik.com

Komentar