Inilah 5 Hal Penting yang Perlu Umat Muslim Ketahui Tentang Ikhlas

Avatar of PortalMadura.com
Ikhlas
ilustrasi
    Bagikan:

Menyembunyikan Amal Kebaikan
Hal lain yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas, yaitu dengan menyembunyikan amal kebaikannya. Yakin menyembunyikan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan (seperti salat sunah, puasa sunah dan lain-lain).

Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain bisa membawa keikhlasan, karena tidak ada yang mendorong melakukan itu kecuali karena Allah semata.

Rasulullah bersabda: “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu, pemimpin yang adil; pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah; laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid; dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya; seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan namun ia berkata: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya” (HR Bukhari Muslim).

Memandang Rendah Amal Kebaikan
Memandang rendah amal kebaikan yang dilakukan akan dapat mendorong amal perbuatan lebih ikhlas. Di antara bencana yang dialami seorang hamba adalah ketika ia merasa rida dengan amal yang dilakukan, di mana hal tersebut dapat menyeretnya ke dalam perbuatan ujub (bangga diri) yang menyebabkan rusaknya keikhlasan.

Baca Juga:  Begini Doa Hilangkan Jerawat dalam Islam

Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang dia lakukan, maka akan semakin kecil dan rusak keikhlasan dari amal tersebut. Bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang sia-sia.

Said bin Jubair berkata: “Ada orang yang masuk surga karena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amal kebaikannya”. Ditanyakan kepadanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Ia menjawab, “Seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap azab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu. Sedangkan ada seseorang yang beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka”.


Baca Juga:  5 Hikmah Sujud Sahwi dalam Kehidupan Sehari-hari
Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.