oleh

Islam Anjurkan Pemeluknya untuk Kendalikan Perut, Ini Alasannya

PortalMadura.Com – Islam tidak hanya memerhatikan perilaku serta ibadah yang dilakukan pemeluknya. Namun, perkara ringan seperti mengenai perut pun juga tidak luput dari perhatian agama yang satu ini.

Dikutip dari Republika.co.id, Selasa (17/3/2020), makanan yang dikonsumsi umat Muslim sehari-hari ternyata sangat menentukan baik buruknya perilaku mereka, termasuk layak tidaknya untuk bisa masuk surga.

Sebagaimana yang telah Rasulullah tegaskan dalam sebuah hadis, yaitu: “Wahai Kaab bin Ujroh, salat adalah takarub, puasa adalah benteng, sedekah menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api. Hai Kaab, tidak akan masuk surga orang yang dagingnya tumbuh dari makanan haram karena neraka lebih dekat dengannya” (HR Muslim, Nasai, ad-Darami).

Karena itu, perut yang terlalu kenyang saja sudah cukup membebani seorang hamba bisa merasakan lezatnya ibadah. Apalagi, kalau perutnya kenyang dengan makanan haram hasil korupsi, mencuri, menipu, merampok, dan kecurangan-kecurangan lainnya, tentu akan semakin menyusahkan dan memberatkan masa depannya, baik di dunia lebih-lebih di akhirat.

Maka dari itu, sebagai seorang Muslim sudah sepatutnya untuk selalu memerhatikan apa yang dimakan, bagaimana cara memperoleh, dan dari mana memperolehnya. Sebab, tidak akan mungkin seorang hamba Allah bisa selamat dunia akhirat bila ia tidak memerhatikan makanan yang dikonsumsinya sehingga benar-benar dapat dipastikan bahwa makanannya selama ini terjamin kehalalannya secara utuh.

Di dalam kitab Minhaj Al Abidin, Imam Ghazali ( Hujjatul Islam) mengutip pernyataan Ma’ruf Al Kurkhi yang berkata: “Apabila engkau berpuasa, lihatlah dengan apa engkau berbuka dan dengan siapa. Sebab, berapa banyak orang yang memakan suatu makanan, kemudian hatinya berbalik dan tidak kembali kepada keadaannya yang semula, selama-lamanya”.

Ma’ruf Al Kurkhi melanjutkan, “Berapa banyak makanan yang kemudian menghalangimu mendirikan shalat malam. Dan berapa banyak pandangan haram telah menghalangimu dari membaca Alquran. Terkadang, sepotong makanan bisa menghalangi seorang hamba dari melaksanakan salat malam selama satu tahun”.

Baca Juga: Baca Doa Ini Ketika Magrib Supaya Tak Diganggu Setan

Selain itu, Imam Ghazali berkata: “Jangan harap bisa memperoleh manisnya ibadah jika engkau makan terlalu banyak. Bagaimana cahaya akan bersinar di hati tanpa ibadah?. Apa nikmatnya ibadah yang tak disertai rasa manis dan kelezatan?”.

Karena pada hakikatnya, ibadah yang dikerjakan jauh lebih nikmat dari kenikmatan apa pun yang ada di dunia ini. Hal itulah yang bisa Anda lihat dari sosok Imam Syafi’i, seorang ulama yang mampu mengkhatamkan Alquran sebanyak 60 kali dalam salat.

Bahkan, Imam Syafi’i juga memiliki akhlak mulia dan sangat tekun ibadah. Selama 16 tahun, beliau tidak pernah makan sampai kenyang, kecuali hanya sekali. Dan yang sekali itu pun sangat disesalinya. Menurutnya, makan kenyang berdampak negatif terhadap daya pikir dan ibadah. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar