oleh

Kejari Bentuk Tim Khusus Puldata-Pulbaket Dugaan BSPS

PAMEKASAN (PortalMadura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, nampaknya sangat serius dalam menangani dugaan korupsi dan penggelapan dana bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Terbukti, lembaga Yudikatif itu telah membentuk tim khusus untuk mengumpulkan data-data dan keterangan terkait dugaan korupsi dalam bantuan rumah untuk rakyat miskin itu.

Tim yang telah dibentuk itu, sudah turun secara rahasia, sebab jika dibeberkan secara terbuka, dikhawatirkan masyarakat yang menerima tidak akan memberikan keterangan yang lengkap.

Kasi Intel Kejari Pamekasan Firmasnyah bilang, pihaknya telah melakukan pengumpulan bahan keterangan dan data (Pulbaket-Puldata). Dan setelah proses Puldata-Pulbaket itu dilakukan, maka pihaknya akan melanjutkan pada proses penyelidikan, tahapan-tahapan itu akan dilakukan secara bertahap hingga aksus tersebut terungkap.

“Dari seluruh data-data dan keterangan yang berhasil dikumpulkan yakni petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) pemberian bantuan kepada penerima, nantinya akan dijadikan petunjuk untuk mengusut kasus tersebut,” katanya, Sabtu (1/3/2014).

Dijelaskan, dalam juknis penyaluran bantuan itu, seharusnya dana bantuan dicairkan melalui rekening tiap-tiap anggota kelompok penerima, dengan dikoordinasi oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Setelah uang itu masuk kerekening penerima, maka dana tersebut bisa dibelanjakan sendiri oleh anggota kelompok atau melalui kelompok. Sehingga barang-barang yang dibeli untuk pembangunan rumah rakyat itu, harganya bisa lebih murah.

Tetapi menurut Firman, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pamekasan, telah menunjuk rekanan untuk pengadaan bahan-bahan bangunan itu. bahkan Bahan bangunan yang dikirim kepada penerima tidak sesuai dengan petunjuknya, dan penerima hanya mendapatkan bahan-bahan bangunan seharga Rp 3,5 juta.

“Jika nanti ada dugaan kuat maka kita akan dalami terus persoalan tersebut,” jelasnya. (reiza/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.