oleh

Krisis Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja!

Selain itu, siswa juga keseringan berbicara menggunakan bahasa informal. Hal ini mengakibatkan siswa kurang fasih ketika menggunakan bahasa formal. Minimnya bahasa Indonesia, membuat guru harus ekstra dalam menyampaikan materi didalam kelas.

Solusi yang dapat dilakukan dengan pendekatan alamiah terhadap siswa, melatih siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara perlahan, menyederhanakan bahasa ketika didalam kelas sehingga siswa dapat mudah mengerti yang disampaikan oleh guru, banyak memberikan penugasan membaca dan menulis agar siswa banyak berlatih kosakata.

Berdasarkan problematika tersebut perlu dipelajari secara mendalam tentang bahasa Indonesia dan melakukan banyak pelatihan sehingga dapat mengatasi permasalahan di atas.

Agar Bahasa Indonesia tidak tergeser oleh jaman, maka kita sebagai generasi muda Indonesia yang baik hendaknya melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan sebelum Bahasa Indonesia benar-benar punah.

Langkah-langkah yang digunakan ialah menajadikan lembaga pendidikan sebagai basis pembinaan bahasa. Bahasa baku sebagai simbol masyarakat akademis dapat dijadikan sarana pembinaan bahasa yang dilakukan oleh para pendidik.

Para pakar kebahasaan, misalnya Keraf, Badudu, Kridalaksana, Sugono, Sabariyanto, Finoza, serta Arifin dan Amran memberikan batasan bahwa bahasa Indonesia baku merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam dunia pendidikan berupa buku pelajaran, buku-buku ilmiah, dalam pertemuan resmi, administrasi negara, perundang-undangan, dan wacana teknis yang harus digunakan sesuai dengan kaidah bahasa yang meliputi kaidah fonologis, morfologis, sintaktis, kewacanaan, dan semantis.

Perlunya pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat pada patokan.

Dalam situasi formal seperti kuliah, seminar, dan pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Kaidah bahasa itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran.

Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati secara konsisten, pemakaian bahasa dikatakan benar. Sebaliknya jika kaidah-kaidah bahasa kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.

Sebenarnya apabila kita mendalami bahasa menurut fungsinya yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama dan utama di negara Republik Indonesia.

Bahasa daerah …

.
.
Tirto.ID
Loading...

Komentar