oleh

Mengenal Jemparingan, Panahan Tradisional yang Digemari di Bangkalan (Part 2)

Busur Setara Tinggi Badan, Warna Merah jadi Target Utama

Dalam latihan maupun lomba jemparingan, perlu ketenangan hati dan pikiran agar si pemanah berada pada tingkat konsentrasi tinggi dalam membidik sasaran. Warna merah pada bandulan yang jadi target utama lesatan anak panah.

Jemparingan PART 2 02
Peralatan jemparingan yang terdiri dari busur panah dan anak panah (Foto: Istimewa)

PortalMadura.Com, Bangkalan – Jemparingan tidak sekadar kegiatan panahan tradisional, tapi juga menyangkut seni olah rasa. Dalam membidik sasaran, pemanah harus menggunakan perasaan. Untuk itu dibutuhkan ketenangan layaknya sedang mengheningkan cipta.

Ketenangan menjadi faktor non teknis yang mutlak diperlukan bagi pemanah. Suasana batin dan pikiran yang diliputi ketenangan akan menguatkan tingkat konsentrasi. Tidak hanya sebagai bekal agar mampu menguasai diri sendiri. Ketenangan juga dapat meredam segala hal yang bisa membuat pemanah kehilangan spirit berkompetisi.

Jemparingan kini bukan sekadar permainan, namun telah menjadi olahraga yang melatih ketajaman mata dan tingkat konsentrasi. Keberhasilan memanah biasanya tergantung pada suasana hati. Jika suasana hati sedang tenang, anak panah akan lebih mudah mengenai target. Sebaliknya, jika suasana hati tidak tenang, luncuran anak panah akan lebih banyak menjauh dari target.

Oleh karenanya, perlu kesabaran dan konsentrasi tinggi dalam permainan panahan tradisional ini, terlebih dilakukan dengan posisi duduk sambil bersila. Tidak sedikit pula yang beranggapan kalau memainkan jemparingan lebih sulit dibanding panahan dengan posisi berdiri.

Maka tidak salah rasanya jika panahan tradisional ini patut diperkenalkan pada mereka yang masih tergolong usia dini atau anak. Terlepas dari tujuan akhir meraih juara, pengenalan jemparingan dipandang cocok sebagai sarana untuk pembentukan sekaligus penguatan karakter pada anak.

Dalam latihan …

Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE