Mengenal Jemparingan, Panahan Tradisional yang Digemari di Bangkalan (Part 2)

  • Bagikan
Jemparingan PART 2 04
Suasana latihan jemparingan di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM). (Foto: Istimewa)

“Sisi unik yang juga identik dengan lomba jemparingan adalah setiap peserta harus mengenakan kostum tradisional setempat. Semisal lomba diadakan di Bangkalan dan diikuti peserta dari luar Bangkalan, maka peserta luar tersebut harus memakai kostum tradisional setempat,” cetus Aang.

Jemparingan PART 2 01
Anggota Paguyuban Jemparingan Songgo Sukmo (PJSS) mengenakan kostum tradisional dalam lomba di Surabaya (Foto: Istimewa)

Di Bangkalan biasanya dua jenis kostum tradisional yang terlihat saat lomba. Ada yang mengenakan kostum layaknya kaum bangsawan dahulu. Penutup dari kepala hingga kaki berupa tongkos, beskap, samper batik, dan selop. Sedang kostum lainnya bergaya kerakyatan yang meliputi odeng, kaos sakera (merah-putih), baju hitam lengan panjang tanpa kancing, celana panjang hitam, serta sandal.

Hadiah yang dibawa pulang para titis (juara) biasanya berupa medali, uang pembinaan, serta produk lokal setempat. Juga terkadang dipilih peserta dengan kostum terbaik dengan hadiah berupa uang. (Habis)

Baca Juga :

https://portalmadura.com/mengenal-jemparingan-panahan-tradisional-yang-digemari-di-bangkalan-part-1-215698

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.