Mengenal Jemparingan, Panahan Tradisional yang Digemari di Bangkalan (Part 2)

  • Bagikan
Jemparingan PART 2 04
Suasana latihan jemparingan di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM). (Foto: Istimewa)

“Dalam latihan, anak telah diajarkan bagaimana menerapkan nilai-nilai filosofi yang ada dalam jemparingan. Kalau mental mereka ditata sejak dini, insya Allah karakter akan terbentuk. Saat lomba, tantangan terbesar mereka adalah bagaimana mengalahkan segala perasaan maupun pikiran yang berkecamuk dalam diri sendiri,” urai R. Muhammad bin Rachmad atau Aang selaku pembina Paguyuban Jemparingan Songgo Sukmo.

Selain faktor pendukung dari dalam diri, si pemanah tentu saja harus mengenal peralatan yang digunakan. Bagi pelaku jemparingan, peralatan ibarat istri kedua yang harus dijaga dan dirawat, serta bisa dikatakan bersifat pribadi. Oleh karena itu, mengetahui karakteristik peralatan sangat diperlukan. Tidak sekadar agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama, tapi juga sebagai sarana penunjang utama untuk meraih prestasi.

Anak Panah Seukuran Rentang Satu Tangan

Jemparingan PART 1 01
Sebagian anggota Paguyuban Jemparingan Songgo Sukmo (PJSS). Tampak di antara mereka adalah anak-anak (Foto: Istimewa)

Peralatan jemparingan terbilang sederhana, hanya terdiri dari busur (gendewo) serta anak panah. Bagian busur terdiri dari pegangan, bilah atau ukiran yang terdapat di kanan-kiri pegangan, serta tali busur yang dikaitkan pada kedua ujung busur. Sedang bagian anak panah meliputi batang anak panah, mata panah, bulu pada bagian pangkal batang, serta cekungan pada ujung pangkal batang yang nantinya dikaitkan pada tali busur saat memanah.

Panjang busur biasanya disesuaikan dengan tinggi badan, sedang panjang anak panah umumnya seukuran rentang atau panjang satu tangan. Pembuatan busur dan anak panah dikerjakan oleh pengrajin yang memang ahli. Penyesuaian ukuran diperlukan agar pemanah merasa nyaman dan optimal saat menggunakan peralatan.

Busur panah terdiri dari dua bagian, yaitu pegangan dan sayap. Pegangan bisa dibuat dari jenis kayu pinus, walikukun, serta jati. Sedang dua sayap busur terbuat dari bambu petung.

Paguyuban Jemparingan Songgo Sukmo juga melayani jasa pembuatan peralatan jemparingan dengan bahan berkualitas yang didatangkan dari Yogyakarta. Harga yang ditawarkan bervariasi, sesuai ukuran serta tingkat kesulitan dalam pembuatan. Proses pembuatan memakan waktu sekitar seminggu. Satu set pesanan peralatan jemparingan berisi busur serta 12 anak panah.

Ratusan …

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.