oleh

Pahala Tukang Gali Kubur Dalam Islam

PortalMadura.Com – Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menggali kuburan untuk jenazah dan dia memasukkannya ke dalam kuburan tersebut, maka dia akan diberi pahala seperti pahala membuatkan rumah, yang jenazah itu dia tempatkan (di dalamnya) sampai hari kiamat” (HR. Baihaki dan Hakim).

Dari hadis di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa orang yang menggali kuburan akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Mengapa demikian?. Alasan pertama, yaitu karena orang yang menggali kubur telah memenuhi salah satu hak orang yang meninggal dari orang yang hidup.

Kedua, karena menggali kubur itu adalah amal mulia yang istimewa. Tidak semua orang kuat dan gagah dapat melakukannya, apalagi orang kaya yang terbiasa hidup mewah.

Namun tidak demikian halnya dengan Rasulullah. Sejarah mencatat bahwa beliau menggali sendiri kubur untuk Dzil Bijadain, seorang sahabat yang sangat miskin walaupun berasal dari keluarga kaya yang mendambakan hidup bersama Rasulullah. Pada saat itu, Abu Bakar Shidiq dan Umar bin Khattab menjadi saksi yang dilakukan Rasulullah.

Suatu hari Anas bin Malik bercerita: “Ketika Rasulullah wafat, di Madinah ada dua orang yang dikenal sebagai penggali kubur, yang satu dengan cara lahad (membuat lubang di sisi kubur yang mengarah ke arah kiblat) dan yang lainnya dengan syaqq (menggali ke arah bawah seperti menggali sumur).

Para sahabat bersepakat: “Kita salat istikharah, lalu kita panggil keduanya. Siapa di antara mereka yang paling cepat datang, kita tinggalkan yang lainnya. Ternyata penggali kubur (dengan cara membuat lahad) yang lebih cepat datang, maka para sahabat segera menggali kubur untuk pemakaman Rasulullah” (HR. Ibnu Majah).

Ada dimensi humanisme Islam dalam persoalan menggali kubur. Seorang muslim tidak hanya diminta untuk menggali kubur untuk sesama muslim saja, tapi bagi yang bukan muslim juga. Karena dikuburkan adalah hak setiap manusia setelah ia meninggal. Pada saat Abi Thalib wafat, Rasulullah bersabda: “Pergilah dan urus penguburannya” (HR. Nasa’i).

Satu hal yang harus juga diperhatikan oleh yang menggali kubur adalah pada saat jenazah selesai dimakamkan agar dia membuat semacam bonggol dari tanah sebagai penanda. Bonggol itu berbentuk punuk pada bagian badan unta. Hal ini juga bagian dari penghormatan manusia kepada yang telah tiada untuk mengenang kebaikan yang telah dilakukannya.

Bersumber dari Jabir, ia bercerita: “Sesungguhnya Rasulullah dibuatkan liang lahad, kemudian ditegakkan di atasnya bata, dan kuburnya ditinggikan sejengkal dari permukaan tanah” (HR. Ibnu Hibban).

Atsar sahabat inilah kiranya yang menjadi dasar hukum bolehnya dibangun nisan yang lebih tinggi dari tanah makam pada umumnya. Tentu tidak semua orang harus menjadi penggali kubur pada saat seseorang meninggal. Ada hak lain bagi jenazah dari orang yang hidup yang juga berpahala.

Baca Juga: 3 Fadilah Ziarahi Kuburan Orang Tua di Hari Jumat

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala sampai disalatkan maka ia akan mendapatkan pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikuburkan, maka ia mendapatkan pahala dua qirath.” Ditanyakan, “Apakah pahala dua qirath itu?” Rasulullah menjawab, “Yaitu seperti dua gunung yang besar” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud).

Inilah pahala yang disediakan bagi orang yang melakukan penyelenggaraan jenazah mulai dari memandikan hingga menguburkannya.

Dari semua informasi di atas, terkuaklah tabir bahwa ternyata hingga seseorang meninggal, ia masih saja membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, harus ada perbuatan yang Anda khususkan bagi orang yang meninggal. Kalau Anda sanggup boleh sekali-kali menggali kubur, lalu membuat liang lahad dan memberanikan diri memasukkan mayat ke dalamnya. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE