oleh

Pencairan PKH Di Pamekasan Diduga Ada Pemotongan

PAMEKASAN (PortalMadura) – Program perlindungan sosial terhadap masyarakat miskin atau yang dikenal Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sudah mulai dicairkan.

Bahkan awal bulan Pebruari ini, pencairan tahap pertama PKH kepada 21 ribu penerima itu akan tuntas. Namun pencairan PKH yang menelan dana Rp 21 Miliar lebih itu diduga dipotong oleh oknum tertentu, sebesar Rp 10 ribu.

Koordinator pendamping PKH Pamekasan, Hanafi saat dimintai konfirmasi, membantah adanya pemotongan Rp 10 ribu kepada masing- masing penerima. Menurutnya, pencairan PKH itu langsung dilakukan penerima melalui PT Pos, namun didalam rekening harus menyisakan saldo masing- masing sebesar Rp10 ribu, sehingga hal itu bukanlah pemotongan.

“Dana itu langsung masuk rekening para penerima dan dana yang dicairkan masing- masing keluarga sangat miskin (KSM) tidak sama yakni antara Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta,” katanya, Rabu (29/1/2014).

Menurut Hanafi, yang menentukan jumlah penerima itu dari pemerintah pusat. Dari data awal 23 ribu Keluarga Sangat Miskin (KSM), kemudian divalidasi dan ditetapkan menjadi 21.304 KSM yang berhak menerima PKH.

“Untuk dananya tidak melalui pemerintah daerah sehingga sangat kecil adanya pemotongan,” jelasnya.

Semua penerima, lanjut Hanfi, harus memenuhi kriteria PKH seperti ibu hamil, nifas,  anak usia 5-7 tahun yang belum masuk sekolah dasar. Termasuk keluarga yang memiliki anak SD/ paket A/ SDLB/ SLTP/MTs/ paket B/ SMLB dan usia 15 atau 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, serta anak penyandang disabilitas berusia 0 sampai 18 tahun.(reiza/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE