oleh

Pernah ke Gua Maharani di Lamongan? Ini Kisah Mistis di Balik Penemuannya

PortalMadura.Com – Gua Maharani merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Lamongan Jawa Timur. Letaknya di Jalan Raya Paciran Kecamatan Paciran Lamongan dengan kedalaman 25 meter di bawah permukaan tanah. Gua ini sudah terkenal sejak dahulu sebelum adanya tempat wisata Maharani Zoo (kebun binatang).

Gua Maharani memiliki stalaktit dan stalakmit yang masih aktif. Keindahannya membuat gua ini dianggap sebagai salah satu keajaiban perut bumi. Sebelum membahas lebih jauh, sudah tahukah Anda apa itu stalaktit dan stalakmit?.

Perlu Anda ketahui, stalaktit yaitu batuan yang menggantung dari langit-langit gua, terbentuk ketika air menetes dan menyisakan berbagai mineral yang tidak ikut menetes. Sedangkan stalagmit yaitu batuan yang terbentuk di dasar gua dan menumpuk ke atas karena akumulasi bahan mineral yang menetes dari langit-langit gua. Menurut penelitian para ahli, stalaktit dan stalakmit yang menghiasi Gua Maharani masih terus tumbuh sekitar satu centimeter tiap sepuluh tahun.

Kisah penemuan Gua Maharani bisa dikatakan unik. Berdasarkan wawancara dengan Bapak Sugeng, penemu Gua Maharani, gua dengan luas 2.500 meter persegi ini dia temukan pada 6 Agustus 1992 ketika dia sedang menambang batu kapur di area tersebut sebagai bahan baku pupuk. Ia mengaku tidak sengaja menemukannya. Saat menggali, tanah yang ia gali tiba-tiba longsor dan berlubang.

Begitu melihat penampakan gua yang begitu indah, Bapak Sugeng takjub. Malam hari setelah penemuan tersebut ia mengaku bermimpi didatangi seorang wanita cantik dan mengaku bernama Dewi Maharani, yang mengaku merupakan makhluk halus penghuni gua tersebut. Wanita tersebut berpesan bahwa siapapun boleh berkunjung ke gua tersebut asalkan dijaga dan dipelihara dengan baik.

Setelah kejadian tersebut, Bapak Sugeng segera melaporkan penemuan gua indah itu ke pihak berwenang. Pada tanggal 10 Maret 1994, gua Maharani resmi dibuka oleh Bupati Lamongan pada waktu itu, Bapak Mohamad Faried. Nama Maharani diambil dari nama perempuan cantik yang pernah mendatangi mimpi Bapak Sugeng.

Kini Gua Maharani sudah banyak bersolek, lampu warna-warni ditempatkan di dalamnya dan menyorot setiap sisinya. Pengunjung dapat menikmati keindahan ornamen stalaktit dan stalagmit yang diberi nama sesuai bentuknya.

Pengunjung dapat menyusuri kedalaman gua di atas rute trekking yang aman dan nyaman sepanjang 350 meter. Sebagai salah satu keajaiban perut bumi, Gua Maharani harus dijaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (liputan6.com/Putri)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.