oleh

Populer Fenomena ‘Palak Taon’ di Langit Sumenep, Anak Bawah Umur Digilir 6 Pemuda hingga Madura United Mundur

PortalMadura.Com – Pemberitaan di laman PortalMadura.Com sepanjang Jumat (31/1/2020) mengundang perhatian pembaca.

Fenomena alam berupa puting beliung atau yang disebut ‘palak taon‘ oleh warga setempat merupakan salah satu berita populer di Madura.

Palak taon itu terbentuk di atas langit perairan laut Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sekitar pukul 12.30 WIB, Jumat (31/1/2020).

Puting beliung yang merupakan angin berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian sekitar 5 menit tersebut sempat mengejutkan warga pesisir Kalianget, Sumenep.

Fenomena alam yang juga disebut awan kumulonimbus (awan vertikal) terlihat menjulang tinggi dan padat. Tak ada korban dalam peristiwa ini.

Selengkapnya : Video Detik-detik Fenomena ‘Palak Taon’ Terbentuk di Atas Langit Perairan Sumenep

Gadis berusia 17 tahun di Kabupaten Sampang, Madura menjadi korban penc@bulan enam pemuda setempat.

“Ada enam pelaku penc@bulan terhadap korban Bunga yang telah kami tangkap,” terang Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, Jumat(31/1/2020).

Enam tersangka yang diringkus Polres Sampang itu, Khoirul Arifin (24), Ismail (22), Yadi (22), Khozairi (21), Mat Sehri (19), dan Rusdi (16). Semuanya warga Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Aksinya berlangsung di lokasi berbeda, yaitu di sawah, ladang kosong, dan pinggir kali.

Selengkapnya : Enam Pemuda Sampang Tiduri Anak Bawah Umur

Manajemen Madura United memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pihak yang berwenang mengelola Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Madura setelah adanya desakan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura.

Keputusan tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Pamekasan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), PSSI dan LSM Gapura sendiri, dengan pertimbangan menjaga kondusifitas Pamekasan.

“Pamekasan harus tetap kondusif, Pamekasan harus tetap hebat, jangan sampai Pamekasan ini dibingungkan orang yang mengatasnamakan warga Pamekasan. Saya warga Pamekasan, saya lahir di Pamekasan. Saya tidak mau Pamekasan dilihat tidak baik di tingkat nasional,” ujar Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu, Zia Ul Haq, Jumat (31/1/2020).

Selengkapnya : Madura United Mundur Sebagai Pengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan

(*)

Penulis : Putri Kuzaifah
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar