oleh

Rekaman “Jual Beli Kasus” Tipikor Mewarnai Pengusutan BSPS di Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Kasus dugaan penyelewengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2012-2013 di Kabupaten Sampang yang sedang di tangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang kini mulai mengerucut ke permainan pengondisian.

Hal itu terkuak setelah Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Sampang (IKMAS) Wafi Anas membeberkan bukti rekaman berdurasi 8 menit 34 detik kepada awak media. Dalam rekaman tersebut terdengar jelas adanya unsur dikondisikan yang dilakukan tersangka Sunarto Wirodo melalui Kabid Penataan Ruang dan Pengembangan Perkotaan Dinas PU Cipta Karya dan Tata ruang (Cikartarung) Sampang Satrio kepada pihak Kejari.

” Satrio : uang yang pertama sebesar Rp 100 juta kan sudah masuk, tapi¬† yang kedua ini kok ditolak, saya tidak tau kenapa ditolak?.

“Wirodo : itu yang menerima pak Kajari sendiri kan? kok yang kedua bisa¬† ditolak, apa masih kurang ya?,” isi rekaman perbincangan Wirodo dengan Satrio.

Dari rekaman tersebut Wafi Anas menjelasakan jika dalam penanganan kasus BSPS ini terdapat indikasi ketidak cocokan harga jual kasus BSPS yang ditawarkan oleh tersangka Sunarto Wirodo terhadap Kejari Sampang melalui Satrio.

“Teman-teman media kan sudah mendengarkan sendiri. Jika dalam rekaman itu Kejari diduga kuat mempermainkan kasus ini. Tapi saya masih mau mendalami kebenaran rekaman itu kepada pihak terkait,” ujar Wafi Anas, Senin (31/3/2014) sambil memperdengarkan isi rekaman kepada Wartawan.

Sayangnya, Wafi Anas enggan berkomentar ketika media menanyakan asal mula mendapat rekaman perbincangan antara Wirodo dan Satrio yang diperoleh dirinya.

“Maaf saya tidak bisa memberi tahu dari mana rekaman itu,” ucapnya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Kejari Sampang Abdullah saat dikonfirmasi membantah adanya rekaman yang mencatut namanya tersebut. Ditegaskan, pihaknya tidak pernah menerima uang dari pihak manapun terutama yang bersangkutan dengan kasus BSPS.

“Rekaman itu sangat tidak benar mas. Sampai saat ini saya tidak pernah bertemu dengan pihak Cikartarung. Apalagi menerima uang suap dari mereka, kalau saya menerima uang jelas kami tidak akan mengusut kasus tersebut,” bantah Abdullah saat dihubungi via telepon.

Sementara Satrio Kabid Penataan Ruang dan Pengembangan Perkotaan Dinas PU Cikartarung Sampang sejauh ini belum bisa dikonfirmasi terkait adanya perbincangan dengan tersangka BSPS Sunarto Wirodo.(lora/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.