oleh

Terindikasi Ada Pemotongan Beasiswa, Dewan Akan Panggil Petinggi STKIP PGRI

PortalMadura.Com, Sumenep – Setelah sempat di tuding tidak transparan dalam mengelola keuangan kampus, petinggi STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali mendapat sorotan pedas dari mahasiswa penerima beasiswa.

“Beasiswa yang kami terima Rp 2.100.000, namun harus dikembalikan lagi pada pihak manajemen kampus sebesar Rp 350 ribu. Tidak jelas alasannya untuk apa,” terang Linda (19), salah satu penerima beasiswa STKIP PGRI Sumenep, Kamis (17/12/2014).

Ia sempat diberi tahu pihak kampus, bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk biaya pengurusan, biaya adminitrasi, dan hutang mahasiswa pada kampus. Padahal, pihaknya mengaku tidak pernah mempunyai hutang atau tanggungan apapun.

“Ketika saya tanyakan ke pihak kampus, alasannya ya itu, untuk biaya adminitrasi dan untuk membayar hutang,” katanya.

Suhaidi, Kepala Unit Penjaminan Mutu STKIP PGRI Sumenep, mengaku tidak tahu persoalan pemotongan bantuan beasiswa tersebut.

“Saya tidak tahu masalah pemotongan beasiswa, kalau memang demikian, saya akan kroscek kebenarannya,” janjinya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Sumenep A. Subaidi menyayangkan adanya pemotongan beasiswa di STKIP PGRI Sumenep dan berjanji dalam waktu dekat akan memanggil petinggi STKIP PGRI.

“Ini memalukan sekali, masak pihak kampus masih memotong bantuan beasiswa,” ujarnya.

Pihaknya sangat tidak setuju bila ada pemotongan bantuan beasiswa. Karena bantuan tersebut memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang kurang mampu atau siswa berprestasi.

“Jika memang pihak kampus melakukan pemotongan beasiswa, tidak usah malu-malu, tolong kembalikan pada penerimanya, karena tindakan itu sudah menyalahi aturan,” pungkasnya.(dien/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE