oleh

Agar Ramadan Kita Berakhir dengan Indah

Agar Ramadan Kita …

Agar Ramadan kita berakhir dengan indah. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan.

a. Berdoa kepada Allah

Kita adalah makhluk Allah yang daif (lemah). Allah adalah tempat kita bergantung, memohon pertolongannya.

Allah SWT berfirman, yang artinya “Allah tempat meminta segala sesuatu.” (TQS. Al-Ikhlas: 2)

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami (ber-isti’anah) memohon pertolongan” (TQS. Al Fatihah: 5).

Salihah, salah satu sebab kita tidak bisa maksimal dalam beribadah yakni karena kita lupa untuk menghadirkan Allah dalam hati dan tujuan kita, mengandalkan ilmu dan pengalaman.

Kita lupa bahwa kita adalah hamba Allah yang lemah. Maka mulai saat ini yuk kita berdoa kepada Allah agar kesuksesan yang kita impikan yakni :

1. Sukses meraih ampunan Allah SWT.

2. Sukses meraih kebaikan Lailatul Qadar.

3. Sukses meraih secara maksimal keutamaan pahala amal salih yang dilipatgandakan sebagaimana yang telah Allah SWT janjikan karena ramadan adalah bulan yang agung, waktu yang dimuliakan dimana pahala dan dosa yang dikerjakan dilipat gandakan.

4. Sukses dalam merealisasi hikmah pensyariatan puasa, yakni mewujudkan ketakwaan, sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa” (TQS al-Baqarah : 183).

b. Tetapkan agenda dan berkomitmenlah beramal di beberapa akhir bulan Ramadan

Salah satu sebab kita gagal atau tidak bisa maksimal beribadah. Kita sibuk atau memprioritaskan urusan duniawi. Bisa jadi, karena kita tidak memiliki jadwal yang jelas dan kurang komitmen atau bisa jadi, jadwal kita kurang realistis maka saat ini yuk perbaiki dan tetapkan.

c. Hindari maksiat, perbanyak taubat dan istighfar kepada Allah

Yang membuat kita lemah dalam beramal salih adalah dosa kita bukan kekuatan fisik kita, sehingga disaat kita melaksanakan salat tarawih justru bisa jadi kita ngantuk, disaat kita kuat menonton TV namun beribadah kepada Allah tidak semangat. Ketahuilah salihah, itu adalah karena dosa kita.

Utsman bin Affan rodhiyallahu ‘anhu sekali tarawih sekali hatam Qur’an, padahal Utsman bin Affan seorang kaya, pedagang. Lalu bagaimana dengan kita?

Imam Ahmad berkata, “Sesungguhnya ganjaran dari keburukan adalah keburukan setelahnya.”

Oleh karena itu, marilah kita bersegera kembali kepada Allah dengan taubat kita.

d. Prioritaskan Akhirat dan Yuk berburu Lailatul Qadar

Di sisa hari-hari dalam Ramadan ini. Kita harus memprioritaskan akhirat dan di sepertiga malam terakhir di Ramadan ada malam kemuliaan, Lailatul Qadar. Maka perbaiki ibadah kita agar kita menjadi orang yang sangat beruntung dengan memperoleh keutamaan-keutamaan Lailatul Qadar.

Banyak keutamaan Lailatul Qadar beberapa diantaranya yakni :

1. Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 Bulan.

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,”Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan“. (TQS. Al Qadar: 3).

An Nakho’i mengatakan, “Amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 341).

2. Malaikat dan juga Ar Ruuh yaitu malaikat Jibril turun pada Lailatul Qadar. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya : “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (TQS. Al Qadar: 4)

Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Malaikat Jibril disebut “Ar Ruuh” dan dispesialkan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.

3. Lailatul Qadar disifati dengan ‘salaam’

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain.

Demikianlah kata Mujahid (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407). Juga dapat berarti bahwa malam tersebut, banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut). Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar.

4. Dosa setiap orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901).

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. (Lihat Fathul Bari, 4: 251).

Dengan kemuliaan waktu itu marilah kita maksimalkan beramal. Diantara amalannya:

Editor : Lisa Mana L
.
Tirto.ID
Loading...

Komentar