Cegah Radikalisme, Densus 88 Diminta Bina Khatib di Kepulauan Sumenep

Avatar of PortalMadura.com
Cegah Radikalisme, Densus 88 Diminta Bina Khatib di Kepulauan Sumenep
Edi Rasyadi

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta Densus 88 untuk melakukan pembinaan khatib wasathiyah di wilayah kepulauan.

“Pembinaan khatib di kepulauan itu memang perlu. Kami sarankan dan sudah dikoordinasikan,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edi Rasyadi pada PortalMadura.Com, Senin (30/5/2022).

Pada Sabtu (28/5/2022), Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri melakukan pembinaan khatib wasathiyah terhadap 75 khatib di Sumenep.

Pembinaan khatib dalam rangka pencegahan dan penguatan Islam wasathiyah, dikendalikan oleh putra daerah Sumenep AKBP Moh. Dofir sebagai Kanit I Kontra Ideologi Ditpencegahan Densus 88 AT Polri.

Edi Rasyadi mengatakan, pembinaan khatib yang dilakukan Densus 88 dengan menggandeng Kemenag, pemerintah daerah dan elemen lainnya sangat bagus.

“Dengen keberagaman di Sumenep, memang bagus [pembinaan khatib] untuk dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kolaborasi Media Lokal Hadapi Tahun Politik, AJI Dalangi Pelatihan Cek Fakta di Sumenep

Melalui pembinaan khatib diharapkan kehidupan warga muslim Sumenep makin damai dan tetap kondusif.

Baca JugaPembinaan Khatib di Sumenep, Densus 88 Gandeng Pemkab dan Kemenag

Sebelumnya, AKBP Moh. Dofir yang menjabat sebagai Kanit I Kontra Ideologi Ditpencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan, pembinaan khatib itu dalam rangka mencegah paham intoleransi dan radikalisme.

“Jadi, penguatan Islam wasathiyah untuk Indonesia damai,” kata Moh. Dofir.

Kegiatan pembinaan khatib wasathiyah di Sumenep merupakan yang kelima setelah di Pamekasan, Bangkalan, Palu dan Poso.

Pembinaan khatib dinilai sangat strategis, karena mereka terjun langsung di lingkungan masyarakat untuk mencegah paham intoleransi dan radikalisme.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.